Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Sapi
Tim Polda Riau Geledah Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Rohul

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Lima personil dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Riau datangi kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Rokan Hulu (Rohul) selama dua hari, Rabu dan Kamis (16-17/12).
Kedatangan mereka untuk mendalami dan memeriksa data proyek pengadaan sapi dari tahun 2011 sampai 2014.
Informasi ini diakui oleh Kadis Peternakan dan Perikanan Rohul, Ir Marjoko."Benar Mas, tim tipikor menemui kita untuk koordinasi masalah proyek pengadaan sapi itu," kata Marjoko kepada wartawan di kantornya, Kamis (17/12).
Marjoko juga mengatakan, semua data dan pertanyaan yang diajukan Tipikor sudah dipenuhi. Namun ia enggan membeberkan lebih detail tentang materi pemeriksaan tersebut.
"Saat ini staf kita di proyek pengadaan sapi Rohul itu sedang mendampingi Tim tipikor," kata Marjoko. yang tidak mau menjelaskan lebih detil materi pemeriksaan.
Sebagai informasi, masyarakat Rohul sampai saat ini masih menunggu terungkapnya Siapa Sebenarnya yang terlibat dugaan korupsi pengadaan sapi pada tahun 2011 hingga 2014 dengan total 5.478 ekor.
Bantuan ini berasal dari dana APBD Rohul dengan nilai sebesar Rp 14 miliar. Akan tetapi penerima dan hasil perkembangan bantuan tersebut tidak jelas kelanjutannya.
Pengadaan bantuan ternak yang sudah beberapa tahun ini, harus disalurkan kepada Koptan di berbagai kecamatan di Rohul. Dan seharusnya ternak bantuan itu pun sudah berkembang biak dan menghasilkan.
Namun kenyataanya malah terbalik. Sehingga hal ini patut dicurigai bahwa Koptan penerima bantuan tersebut disinyalir sebagai poktan fiktif dan rekayasa.
Muncul pula dugaan bahwa ternak bantuan itu bukan dikembangbiakkan, melainkan justru diperjualbelikan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Bahkan muncul dugaan adanya anggota DPRD yang ikut sebagai penerima bantuan sapi ini. [red]

