Gara-gara tanggul perusahaan, 3 Desa di Rohul terendam Banjir

Gara-gara tanggul perusahaan, 3 Desa di Rohul terendam Banjir

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Bonai Darussalam - Tanggul atau benteng yang dibangun oleh tiga perusahaan di Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul membuat resah warga.

Pasalnya, sejak tanggul setinggi dua meter dan lebar 3,5 meter itu berdiri, warga di tiga desa mengalami banjir saat hujan turun. Banjir itu merendam pemukiman dan tanaman masyarakat hingga berbulan-bulan.

Menurut keterangan warga, Kamis (17/12) ada tiga perusahaan yang membuat benteng di sekililing perusahaan sejak dua tahun yang lalu. Mereka yakni PT GSI di Desa Sontang, PT SSP di Dusun Betung, Desa Sontang serta PT Andika juga di Desa Sontang.

Dampaknya, apabila turun hujan dan Sungai Rokan meluap, airnya pun naik merendam pemukiman masyarakat serta tanaman dan kebun masyarakat dalam waktu yang lama.

"Sebelumnya, luapan air bisa surut hanya beberapa hari saja. Namun setelah dibuatnya tanggul raksasa, kebun dan tanaman masyarakat akan terendam berbulan-bulan. Saat ini saja, sudah sebulan air naik," keluh Adi, salah satu warga Desa Sontang.

Yang menyedihkan lagi, banyak tanaman padi masyarakat yang terendam bahkan terancam mati.

Sejumlah warga di tiga desa ini juga mengakui, mereka sudah berkali-kali menyampaikan keluhan tentang keberadaan tanggul raksasa tersebut, namun hasilnya tetap nihil.

“Kita binggung, kemana lagi kita harus mengadukan nasib kami ini. Sejak keberadaan tanggul yang dibangun perusahaan, kita sangat menderita sekali. Bila banjir, air akan berbulan-bulan tergenang, yang parahnya lagi kebun serta tamanan kita ikut terendam banjir,” tegas Anto, salah seorang warga lainnya.

Warga berharap, Pemkab Rohul bisa mencarikan soluasi, agar keberadaan benteng raksasa yang dibangun oleh 3 perusahaan bisa dibongkar. Apalagi benteng tersebut, bisa mobil melintas diatasnya. Sehingga saat air sungai Rokan meluap, tidak lagi melintasi kebun perusahaan namun masuk ke pemukiman masyarakat. [*]