Dikritik Praktisi, Rupanya Kerjaan "Tim"
Kontroversi firdausstmt.com, Website Pribadi Walikota Pekanbaru Tanpa Istri (Bagian III)
Tampilan Halaman Depan Situs Resmi Firdaus ST MT, www.firdausstmt.com | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Selain kontroversi silang pendapat terkait tidak munculnya sosok Asmiati yang merupakan Istri dari pemilik situs firdausstmt.com, H Firdaus ST MT yang merupakan Walikota Pekanbaru, komentar lain pun bermunculan. [Baca : Kontroversi firdausstmt.com, Website Pribadi Walikota Pekanbaru Tanpa Istri (Bagian II)]
Seperti diberitakan sebelumnya, content atau isi situs tersebut dinilai mirip seperti yang ada di situs resmi pekanbaru.go.id.
Pasalnya, berita yang dimuat merupakan berita agenda kedinasan, bukan personal. Komentar itu keluar dari sumber Beritariau.com yang hobby mengupas kontent situs dalam rangka belajar maupun berbagi pengalaman dengan sesama komunitas yang hobbynya serupa.
"Misalnya sisi personal seperti foto keluarga, kegiatan bersama keluarga, pemikiran maupun pengalaman pribadi. Kalau saya lihat, isi firdausstmt.com itu lebih banyak kegiatannya sebagai Kepala Daerah. Kalau itu sih bisa dilihat di situs resmi pemerintah pekanbaru.go.id," kata Taufik Asmara, mantan Ketua salah satu Komunitas Blogger di Pekanbaru kepada Beritariau.com Minggu (24/08/2014). [Baca : Kontroversi firdausstmt.com, Website Pribadi Walikota Pekanbaru Tanpa Istri (Bagian I)].
Kali ini, tanggapan dalam versi berbeda diluncurkan penggiat dunia maya terhadap pengelolaan situs pribadi Kepala Daerah tersebut.
Ridwan alias Ran, Praktisi Sosial Media dan Web Development di Pekanbaru mengatakan bahwa, website Walikota itu, jika dilihat dari isi, secara keseluruhan tidak lengkap, terutama pada tampilan sambutannya. Bahkan, tata letak dan pewarnaan atau komposisi warna website tidak menarik. Termasuk foto close up Firdaus dengan jaket hitam yang diletak di atas terkesan dipaksakan.
Dikatakannya, menu yang ditampilkan terlalu banyak. Seharusnya Artikel, Berita, Gallery ditempatkan dalam satu menu yakni menu Ruang Media dengan format menu dropdown artinya ketika diklik, sub menunya tampil ke bawah. Menu Agenda juga seharusnya berfungsi karena akan dipantau.
Soal nama situs, pengembang situs profesional ini mengatakan bahwa, penggunaan nama www.firdausstmt.com sama sekali tak nyambung alias dipaksakan. Pasalnya, huruf ST dan MT bukan sebuah singkatan nama melainkan gelar.
"Seharusnya "www.firdaus.com", jika tidak available atau tersedia, bisa menggunakan "bangfirdaus.com" atau "firdaus.id". Kenapa gelar masuk jadi nama situs ?," kata Ridwan kepada Beritariau.com melalui surat elektronik, Senin (25/08/2014).
Terkait kontent atau isi website yang di-update, Ridwan memprediksi bahwa, situs tersebut kemungkinan bakal jarang dibaca masyarakat. Lantaran, isinya dikutip dari berbagai sumber.
"Berita yang ditampilkan dari berbagai sumber mengakibatkan user (pengunjung situs, red) tidak akan betah berlama-lama membacanya," ungkap Ridwan melalui email [email protected].
Dilansir sebelumnya, situs tersebut dikelola oleh orang yang dibayar oleh Firdaus. Hal tersebut terkonfirmasi dari Kabag Humas Pemko Pekanbaru, Ingot Hutasuhut pada, Minggu (24/08/2014). [Baca : Ssstt..! Walikota Pekanbaru Berpose Close Up di Website Resmi firdausstmt.com].
Mengkonfirmasi pemberitaan soal website firdausstmt.com ini, Selasa (26/08/2014), Beritariau.com mengirimkan permintaan tanggapan beberapa hal secara resmi melalui surat elektronik ke e-mail : [email protected]. Alamat e-mail itu yang tertera di kontak website tersebut.
Selain itu, dari penelusuran ke berbagai sumber, kuat dugaan bahwa situs itu dikelola oleh orang yang kerap mengikuti perkembangan Firdaus khususnya agenda kegiatan kedinasan.
"Lihat saja isi beritanya. Rata-rata kegiatan resmi pak wali (Firdaus MT, red) semua. Orang yang tahu dan mencatat kegiatan pak wali lah yang kami tahu sebagai pengelolanya," kata sumber Beritariau.com yang sehari-hari bertugas sebagai Wartawan di salah satu media Pekanbaru saat ditemui di komplek Pemko Pekanbaru Jalan Sudirman, Selasa (26/08/2014).
Bahkan, ia mengatakan pengelola situs tersebut bisa jadi tak mengetahui sisi personal Firdaus MT termasuk kegiatan keseharian bersama Asmiati dan keluarga di rumah.
"Jika sosok maupun foto ibu wali tak ada di website itu, karena mereka (pembuat web, red) mengetahui betul kapan terakhir kali ibu dan pak wali dalam satu agenda bersama. Itu pun hanya agenda kedinasan saja, bukan kegiatan di rumah," lanjutnya.
Dengan menyebut kata "mereka", sumber berita ini bermaksud mengatakan bahwa pembuat website tersebut bisa jadi individu atau tim kerja yang mengikuti setiap kegiatan dinas Firdaus.
Sehingga, menurut sumber ini, individu atau tim tersebut belum tentu memiliki data terkait sisi personal karena terbatas akses mengungkap sisi pribadi akibat ikatan dinas. Bukan karena dibayar sebagai jasa profesi.
"Kalau orang profesional (jasa pembuat web, red), meskipun dibayar pasti menyarankan bahkan meminta pake foto keluarga. Karena sebaiknya ada foto terbaru bersama keluarga di web itu. Mereka kan bukan profesional," terangnya.
Saat ditanyakan apakah profesinya memang pembuat web atau pegawai negeri, sumber ini menjawab, "Ya pastilah". Menurutnya, karena posisi itulah mereka mungkin hanya mengikuti alur fikir pemilik website. Pengelola tersebut, ujarnya lagi, tak akan berani mengekspose hal yang sulit didapat (dokumentasi foto kebersamaan) ke publik.
"Kalau data foto yang menampilkan kemesraan keluarga tak ada atau minim, yah, mau apa dimasukkan kesitu (website, red). Apa berani mereka meminta supaya bisa menyetel supaya bikin foto mesra keluarga di rumah ? Kalau foto update terbaru tak ada, terpaksalah pakai foto-foto lama," katanya lagi.
Yang mengejutkan, sumber ini menyatakan sudah tahu siapa pembuat web tersebut dan alasan kenapa sosok Asmiati tak disebutkan. Namun, saat ditanyakan kenapa tak memuat berita soal kontroversi situs tersebut ia hanya menjawab, "Biasolah..".
Bersambung...[red/roy]
Seperti diberitakan sebelumnya, content atau isi situs tersebut dinilai mirip seperti yang ada di situs resmi pekanbaru.go.id.
Pasalnya, berita yang dimuat merupakan berita agenda kedinasan, bukan personal. Komentar itu keluar dari sumber Beritariau.com yang hobby mengupas kontent situs dalam rangka belajar maupun berbagi pengalaman dengan sesama komunitas yang hobbynya serupa.
"Misalnya sisi personal seperti foto keluarga, kegiatan bersama keluarga, pemikiran maupun pengalaman pribadi. Kalau saya lihat, isi firdausstmt.com itu lebih banyak kegiatannya sebagai Kepala Daerah. Kalau itu sih bisa dilihat di situs resmi pemerintah pekanbaru.go.id," kata Taufik Asmara, mantan Ketua salah satu Komunitas Blogger di Pekanbaru kepada Beritariau.com Minggu (24/08/2014). [Baca : Kontroversi firdausstmt.com, Website Pribadi Walikota Pekanbaru Tanpa Istri (Bagian I)].
Kali ini, tanggapan dalam versi berbeda diluncurkan penggiat dunia maya terhadap pengelolaan situs pribadi Kepala Daerah tersebut.
Ridwan alias Ran, Praktisi Sosial Media dan Web Development di Pekanbaru mengatakan bahwa, website Walikota itu, jika dilihat dari isi, secara keseluruhan tidak lengkap, terutama pada tampilan sambutannya. Bahkan, tata letak dan pewarnaan atau komposisi warna website tidak menarik. Termasuk foto close up Firdaus dengan jaket hitam yang diletak di atas terkesan dipaksakan.
Dikatakannya, menu yang ditampilkan terlalu banyak. Seharusnya Artikel, Berita, Gallery ditempatkan dalam satu menu yakni menu Ruang Media dengan format menu dropdown artinya ketika diklik, sub menunya tampil ke bawah. Menu Agenda juga seharusnya berfungsi karena akan dipantau.
Soal nama situs, pengembang situs profesional ini mengatakan bahwa, penggunaan nama www.firdausstmt.com sama sekali tak nyambung alias dipaksakan. Pasalnya, huruf ST dan MT bukan sebuah singkatan nama melainkan gelar.
"Seharusnya "www.firdaus.com", jika tidak available atau tersedia, bisa menggunakan "bangfirdaus.com" atau "firdaus.id". Kenapa gelar masuk jadi nama situs ?," kata Ridwan kepada Beritariau.com melalui surat elektronik, Senin (25/08/2014).
Terkait kontent atau isi website yang di-update, Ridwan memprediksi bahwa, situs tersebut kemungkinan bakal jarang dibaca masyarakat. Lantaran, isinya dikutip dari berbagai sumber.
"Berita yang ditampilkan dari berbagai sumber mengakibatkan user (pengunjung situs, red) tidak akan betah berlama-lama membacanya," ungkap Ridwan melalui email [email protected].
Dilansir sebelumnya, situs tersebut dikelola oleh orang yang dibayar oleh Firdaus. Hal tersebut terkonfirmasi dari Kabag Humas Pemko Pekanbaru, Ingot Hutasuhut pada, Minggu (24/08/2014). [Baca : Ssstt..! Walikota Pekanbaru Berpose Close Up di Website Resmi firdausstmt.com].
Mengkonfirmasi pemberitaan soal website firdausstmt.com ini, Selasa (26/08/2014), Beritariau.com mengirimkan permintaan tanggapan beberapa hal secara resmi melalui surat elektronik ke e-mail : [email protected]. Alamat e-mail itu yang tertera di kontak website tersebut.
Selain itu, dari penelusuran ke berbagai sumber, kuat dugaan bahwa situs itu dikelola oleh orang yang kerap mengikuti perkembangan Firdaus khususnya agenda kegiatan kedinasan.
"Lihat saja isi beritanya. Rata-rata kegiatan resmi pak wali (Firdaus MT, red) semua. Orang yang tahu dan mencatat kegiatan pak wali lah yang kami tahu sebagai pengelolanya," kata sumber Beritariau.com yang sehari-hari bertugas sebagai Wartawan di salah satu media Pekanbaru saat ditemui di komplek Pemko Pekanbaru Jalan Sudirman, Selasa (26/08/2014).
Bahkan, ia mengatakan pengelola situs tersebut bisa jadi tak mengetahui sisi personal Firdaus MT termasuk kegiatan keseharian bersama Asmiati dan keluarga di rumah.
"Jika sosok maupun foto ibu wali tak ada di website itu, karena mereka (pembuat web, red) mengetahui betul kapan terakhir kali ibu dan pak wali dalam satu agenda bersama. Itu pun hanya agenda kedinasan saja, bukan kegiatan di rumah," lanjutnya.
Dengan menyebut kata "mereka", sumber berita ini bermaksud mengatakan bahwa pembuat website tersebut bisa jadi individu atau tim kerja yang mengikuti setiap kegiatan dinas Firdaus.
Sehingga, menurut sumber ini, individu atau tim tersebut belum tentu memiliki data terkait sisi personal karena terbatas akses mengungkap sisi pribadi akibat ikatan dinas. Bukan karena dibayar sebagai jasa profesi.
"Kalau orang profesional (jasa pembuat web, red), meskipun dibayar pasti menyarankan bahkan meminta pake foto keluarga. Karena sebaiknya ada foto terbaru bersama keluarga di web itu. Mereka kan bukan profesional," terangnya.
Saat ditanyakan apakah profesinya memang pembuat web atau pegawai negeri, sumber ini menjawab, "Ya pastilah". Menurutnya, karena posisi itulah mereka mungkin hanya mengikuti alur fikir pemilik website. Pengelola tersebut, ujarnya lagi, tak akan berani mengekspose hal yang sulit didapat (dokumentasi foto kebersamaan) ke publik.
"Kalau data foto yang menampilkan kemesraan keluarga tak ada atau minim, yah, mau apa dimasukkan kesitu (website, red). Apa berani mereka meminta supaya bisa menyetel supaya bikin foto mesra keluarga di rumah ? Kalau foto update terbaru tak ada, terpaksalah pakai foto-foto lama," katanya lagi.
Yang mengejutkan, sumber ini menyatakan sudah tahu siapa pembuat web tersebut dan alasan kenapa sosok Asmiati tak disebutkan. Namun, saat ditanyakan kenapa tak memuat berita soal kontroversi situs tersebut ia hanya menjawab, "Biasolah..".
Bersambung...[red/roy]

