Pernah Diduga Sembunyikan Istri Kedua

Kontroversi firdausstmt.com, Website Pribadi Walikota Pekanbaru Tanpa Istri (Bagian II)

Kontroversi firdausstmt.com, Website Pribadi Walikota Pekanbaru Tanpa Istri (Bagian II)

Tampilan Halaman Depan Situs Resmi Firdaus ST MT, www.firdausstmt.com | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Menanggapi kontroversi website firdausstmt.com yang tak memuat istri Walikota Pekanbaru tersebut, [Baca : Kontroversi firdausstmt.com, Website Pribadi Walikota Pekanbaru Tanpa Istri (Bagian I)], beragam pendapat bermunculan.

Norman (32), warga Panam Kecamatan Tampan, mengaku telah melihat situs tersebut. Menurutnya, kemungkinan website itu masih dalam tahap awal pembuatan. Pengelola atau adminnya, bisa jadi kelupaan.

"Memang nampak bukan seperti situs pribadi. Tapi kan masih baru. Mungkin masih mencari foto istri Walikota yang bagus dan menarik," kata Norman dalam percakapannya dengan Beritariau.com, Senin (25/08/2014).

Sementara itu, Pengamat Komunikasi Publik Riau, Belli Nasution mengatakan bahwa hal tidak dimuatnya Istri dalam situs pribadi seorang Walikota seperti yang terjadi di website itu bisa memicu kecurigaan publik.

"Tanpa berfikir negatif, kita menilai bisa saja hal tersebut merupakan pesan khusus dari si pemilik terhadap pengelola. Bisa juga karena lupa. Yang pasti, sebaik seorang public figure harus jujur mengungkap sisi personalnya karena sering disorot publik," kata Dosen di Ilmu Komunikasi di Universitas Riau ini, Minggu (24/08/2014) kemarin.

Menurutnya, adalah hal yang wajar jika seorang pejabat dikritik terkait sisi personal selain kinerjanya karena public figure adalah pemimpin yang jadi teladan. [Baca : Ssstt..! Walikota Pekanbaru Berpose Close Up di Website Resmi firdausstmt.com]

"Jangankan di kritik, dipermasalahkan pun bisa jika melakukan pembohongan kepada publik," tegas Belli.

Seperti diketahui, sisi personal pemimpin Kota Pekanbaru ini tergolong jarang sekali diketahui publik. Pasalnya, ketika menjabat jadi Walikota untuk periode pertama ini, Firdaus ST MT menempuh jalan terjal karena diduga menyembunyikan istri keduanya.

Direview ulang seperti ramai diberitakan, pada putaran pertama Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Kota Pekanbaru tahun 2011 lalu, pasangan Firdaus ST MT dan Ayat Cahyadi alias PAS, menjadi pemenang. Menduga ada kecurangan, kubu rivalnya yakni Septina Primawati Rusli, istri Mantan Gubernur Riau Rusli Zainal yang berpasangan dengan Erizal Muluk alias Pasangan BERSERI menggugat di Mahkamah Konsititusi (MK).

Terbukti curang, MK memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) digelar.

Jelang persiapan PSU, polemik muncul. Sebuah LSM melaporkan Firdaus ke Panwaslu. Ia diduga membohongi publik karena tak mencantumkan istri mudanya yang berada di Jakarta dalam dokumen pendaftaran sebagai calon walikota. Berikut ceritanya :

Pada 30 Juni 2011, Forum Peduli Kejujuran melalui sekretarisnya, Irwan melaporkan dugaan pemalsuan identitas yang dilakukan oleh Firdaus MT saat mendaftar sebagai Calon Walikota Pekanbaru ke KPU, Panwaslu, Polda Riau dan Polresta Pekanbaru.

Irwan menduga Firdaus tidak jujur karena tidak melaporkan istri keduanya, Vicky Rahmawati, warga Jalan Sakti III/72 RT 008/RW 009, Kelurahan Kemanggisan, Jakarta. Irwan melampirkan bukti Fotocopy Kartu Keluarga (KK) atas nama Firdaus Muhammad.

Bulan depannya, Juli 2011, Ketua LSM Forum Peduli Riau, Asmaidi juga melaporkan Firdaus atas dugaan pemalsuan dokumen. Asmaidi juga membawa bukti fotocopy KK atas nama Firdaus Muhammad, Vicky Rahmawati dan dua orang anak yang beralamat di Kemanggisan, Jakarta.

Dari Panwaslu kasus ini digiring ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pemilu dan selanjutnya jadi penyelidikan Polresta Pekanbaru. Saat itu, sejumlah pihak menduga adanya "orang kuat" di balik layar yang menjatuhkan fitnah terhadap Firdaus.

Akhirnya, pada 15 Juli 2011, Firdaus MT memenuhi panggilan Panwaslu Pekanbaru untuk dimintai keterangan terkait laporan LSM Forum Peduli Riau yang menuduhnya tidak jujur karena hanya melaporkan satu istrinya saat mendaftar di KPU Pekanbaru. Dalam keterangannya, Firdaus membantah tuduhan itu dan menyebut hal itu sebagai fitnah.

Guna memverifikasi laporan LSM, pada 18 hingga 20 Juli 2011, Panwaslu melakukan investigasi ke Jakarta guna mengecek kebenaran adanya KK atas nama Firdaus dan mengecek lokasi tempat tinggal di Kemanggisan Jakarta. Hasilnya, Panwaslu yakin, bahwa Firdaus memang memiliki istri kedua yang bernama Vicky Rahmawati. Panwaslu akhirnya memutuskan meneruskan masalah ini ke Gakumdu (Polresta).

Menindaklanjuti laporan, pada 26 September 2011, Polresta Pekanbaru dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) terkait pelanggaran pidana Pemilukada Pekanbaru kepada Panwaslu Pekanbaru menemukan kutipan Akta Nikah antara kandidat Pemilukada (Firdaus) dengan perempuan lain (Vicky Rahmawati) selain yang dilaporkan kepada KPU Pekanbaru.

Hukum berbicara, Firdaus MT ditetapkan jadi tersangka dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen. Cukup bukti, menurut polisi, kasusnya naik tahap II dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Lalu PSU digelar. Isu beristri dua tak digubris warga Pekanbaru, akibatnya Septina "keok" lagi. Firdaus MT jadi jawara dan kemudian secara resmi dilantik jadi Walikota pada 26 Januari 2012 lalu.

Lama mengendap tak ada kejelasan, setelah jadi Walikota Pekanbaru, pada Kamis, 10 Januari 2013, Polresta Pekanbaru mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus dugaan pemalsuan dokumen dengan tersangka Walikota Pekanbaru Firdaus MT.

Kala itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar mengatakan bahwa berkas perkara kasus itu lebih dari dua kali dikembalikan Kejari kepada penyidik Polresta Pekanbaru. Alasannya, sulit menghadirkan bukti yakni buku nikah asli Firdaus ST MT dengan wanita mantan Pramugari. Sehingga, kasus yang telah menguak bahwa Firdaus menyembunyikan istri keduanya dari publik itu dihentikan alias game over.

Bersambung...[red/mar]

Tags :# politik