Waduh! Belum Dipakai, Jembatan di Bagan Batu Sudah Retak

Waduh! Belum Dipakai, Jembatan di Bagan Batu Sudah Retak

Proyek Semenisasi dan Box Coulvert yang sudah retak | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Bagan Batu - Pembangunan Box Coulvert dan semenisasi di Jalan Jancang Kuning, Gang Anggrek, Kepenghuluan Bagan Batu, Bagan Sinembah, Rohil kembali menuai protes dari masyarakat sekitar. Pasalnya, proyek 'siluman' tanpa plang yang berada di RT 05 RW 04 tersebut sudah sudah mulai retak.

Dari hasil pantauan Beritariau.com di lapangan, Jumat (04/12), memang terlihat adanya keretakan pada lantai jembatan dan pada tembok sisi kiri dan kanan (Bahagian bawah). Keretakan tersebut memanjang pada badan jalan yang disemenisasi dan sisi samping bagian bawah Box Coulvert.

Salah satu warga, Riduan menyatakan kekecewaanya kepada pemerintah dan dinas terkait atas proyek ini.

"Proyek ini seperti tidak memakai kajian. Coba lihat jembatan ini, belum lagi dipakai sudah pada retak, begitu juga dengan semenisasi," keluh Riduan kepada Beritariau.com, sembari menunjukkan jembatan (Box Coulvert, red) yang retak tersebut.

Selain itu, akibat dari pembangunan Box Culvert yang diduga asal-asalan itu, pemukiman warga mengalami kebanjiran saat turunnya hujan.

"Sebenarnya jembatan ini dibangun untuk menampung banjir atau menahan air, jadi seharusnya jembatan ini plong, bukan seperti ini. Kami masyarakat Jalan Lancang Kuning Gang Anggrek terus terang menolak pembangunan ini karena membuat kami susah ketika datang hujan," kata Riduan.

Hal senada diungkapkan Habeahan, ibu rumah tangga dari RT 05. "Kami masyarakat di sini jadi susah dikarenakan luapan banjir. Dulu sebelum dibangun jembatan ini, kami tidak pernah mengalami banjir sampai setinggi lutut orang dewasa," keluhnya.

Karena itu, warga pun berharap pemerintah atau dinas terkait meninjau dan benar-benar mengawasi proyek-proyeknya. Jangan sampai tidak jelas asalnya darimana dan harus jelas agar masyarakat dapat mengetahui secara terbuka.

"Harapan kami masyarakat Jalan Lancang Kuning kepada pemerintah daerah, DPRD dan dinas terkait agar meninjau kembali proyek yang tidak jelas asal muasalnya ini. Katanya proyek APBD tapi kita tidak pernah melihat plang anggarannya dari mulai pengerjaan sampai selesai dikerjakan," harap Riduan. [bim]