Dinilai Bermasalah, PETIR Minta Proyek Semenisasi PUPR Provinsi Jangan Dicairkan

Beritariau.com, Pekanbaru - Baru beberapa hari, pelaksanaan semenisasi di Kecamatan Payung Sekaki sudah mengalami keretakan. Pengerjaan itu berlangsung di tiga lokasi di Kecamatan Payung Sekaki.

Warga bernama Darwin melapor kepada wartawan mengaku dan menemukan adanya dugaan pengurangan kualitas dari pengerjaan semenisasi tersebut. Pengerjaan itu berlangsung di Jalan Payung Sekaki, Jalan Sidorukun dan Jalan Dharma Bakti.

Darwin bercerita, pengerjaan itu telah mengalami keretakan dikarenakan pengerjaan diduga asal-asalan.

Adapun pelaksanaannya berlangsung di tiga lokasi diantaranya di Jalan Payung Sekaki, Kelurahan Labuh Baru Barat 2, dengan anggaran Rp. 171.804.000. 

Selanjutnya di Jalan Sidorukun, Kelurahan Bandaraya 2 dengan anggaran Rp. 168.508.000.

Dan yang terakhir di Jalan Dharma Bakti, Kelurahan Bandaraya Rp. 433.836.000. 

Ketiga pengerjaan ini berlokasi di Kec. Payung Sekaki, Kota Pekanbaru yang dilaksanakan oleh PT. Fadem Karya Sarana, dan Konsultan pengawas Cv. Jack Consultant dan Deserindo Anugrah Konsultan bersumber dari APBD Provinsi Riau.

Menurutnya, saat pelaksanaan semenisasi pada.26 Mei 2024 lalu, pihaknya telah menemui pengawas lapangan agar pengerjaan untuk masyarakat setempat dapat dilaksanakan dengan hasil sebaik mungkin. Sebab, beberapa pengerjaan jalan maupun semenisasi yang berlangsung sebelumnya telah mengalami keretakan meskipun belum berusia setahun.

"Kami sudah koordinasi mengingatkan, karena jalan ini sering dilalui kendaraan bermuatan besar," ujarnya kepada Beritariau.com, Kamis (6/6/2024).

Menurutnya pengerjaan itu pelaksanaannya diduga asal-asalan. Adanya pengurangan kualitas semen, spesifikasi hingga ketebalan, pembesian, bahkan untuk ketebalan menggunakan tanah galian.

"Tanah yang hendak dicor harusnya diratakan dahulu supaya mendapat ketebalan 10 cm untuk hasil lebih maksimal dan tahan lama sesuai dokumen kontrak yang tertera," katanya.

Diketahui pelaksanaan itu diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PERKIM) Provinsi Riau.

Disebut-sebut pelaksanaan itu merupakan pokir anggota DPRD Kota Pekanbaru.

Menanggapi hal itu, DPN Pemuda Tri Karya (PETIR) mengatakan, hal itu tentunya dapat merugikan negara. Pengerjaan yang dianggarkan dari pajak rakyat seharusnya dapat memberikan hasil yang maksimal. Menurutnya, pengerjaan tersebut jangan dicairkan jika ditemukan pelaksanaan semenisasi yang belum maksimal ditengah masyarakat.

"Jika memang bermasalah, proyek semenisasi PUPR Provinsi harusnya jangan dicairkan," pungkas Ketum PETIR, Jackson Sihombing. (*)