1.255 Guru RA, MDTA dan TPQ di Rohil Terima Honor

Para guru RA, MDTA dan TPQ lima Kecamatan di Rohil saat menerima honorarium | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Ujung Tanjung - Sebanyak 1.255 guru Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Diniyah Takmiliyah Awwaliyah (MDTA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) pada lima kecamatan di Rohil menerima bantuan honorarium dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Proses penyerahan bantuan, disaksikan langsung Bupati Rohil, Suyatno dan Ketua DPRD Nasrudin Hasan, Senin (12/15).
Lima kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Tanah Putih Sedinginan, Tanah Putih Tanjung Melawan, Rantau Kopar, Pujud dan Bangko Pusako.
Kepala Kantor Kementrian Agama Rohil, Agustiar SAg menjelaskan 1.255 orang tersebut merupakan gelombang kedua dari lima kecamatan. Sebelumnya juga telah dibayarkan pada gelombang pertama untuk delapan kecamatan.
“Pemkab Rohil tahun 2015 telah menganggarkan Rp26 miliar lebih, dari Rp32 miliar yang diusulkan. Dibandingkan tahun 2014, Rp13 miliar, terjadi kenaikan yang cukup signifikan (100 persen, red),” ujarnya.
Kalau tahun 2014 perbulan guru RA hanya mendapat Rp205.000, MDTA Rp405.000, TPQ Rp170.000 tahun 2015 perbulan untuk guru RA Rp425.000, MDTA Rp700.000, TPQ Rp215.000.
Untuk guru TPQ dan MDTA menurut Agustiar ditambah dengan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), dalam waktu dekat, kepala-kepala TPQ dan MDTA akan dipanggil, untuk menerima dana itu selama satu tahun, karena dana itu berada dibidang kesra.
“Kita berharap bisa dipertahankan, ditingkatkan, apalagi, RA, sama dengan TK, tapi tahun ini honornya baru bisa diterima Rp425.000 perbulan, kita berharap tahun 2016, honor guru RA ini sama dengan TK dan juga akan mendapat Biaya Operasional Pendidikan,” harap Agustiar.
Sementara itu, Bupati Suyatno menilai guru RA, MDTA dan TPQ sangat berjasa, karena mengajar siang dan malam. Karena itu, pemerintah daerah dan DPRD siap merekomendasi, apa yang menjadi keinginan para guru. Namun untuk kenaikan honor, memang belum bisa dilakukan.
“Tadikan ada beberapa guru menyampaikan, kalau bisa itu honor dinaikkan. Kita bukan tidak menaikkan honor, pertimbangan kita semata-mata cost APBD kita terus aja dipotong DBHnya. Nah, kalau DBH kita ke depan tidak dipotong lagi, kita siap, untuk apa yang diinginkan para guru kita, naikkan angka honor. Tapi itu tetap menjadi perhatian kitalah,” ujar Suyatno.[bim]

