Kasus Jual Beli Tanah, Korban Ngaku Dianiaya

Aih! Calon Bupati Rohul Suparman dilaporkan dugaan Premanisme

Aih! Calon Bupati Rohul Suparman dilaporkan dugaan Premanisme

Calon Bupati Rokan Hulu Suparman

Beritariau.com, Pekanbaru - Suparman, Mantan Ketua DPRD Riau yang kini mencalonkan diri sebagai Calon Bupati dalam Pemilukada Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tampaknya bakal berurusan dengan kepolisian. Bukan terkait urusan negara, Ia malah dilaporkan oleh warga yang mengaku diancam olehnya.

Ia dilaporkan oleh Akmaluddin, seorang warga Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru, Rabu (16/09/15) lalu, karena diduga melakukan aksi premanisme yakni mengancam disertai tindak kekerasan.

Laporan itu diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan dengan Nomor : STPL/411/IX/2015/SPKT/Riau. Disitu disebutkan, Suparman diduga melakukan tindak pidana pengancaman dan kekerasan sesuai dengan Pasal 368 KUHPidana.

Kepada media di Mapolda Riau, Akmal mengaku mendapat perlakuan kasar. Ia mengaku tak menyangka akan menjadi korban Premanisme. "Saya sempat dipukul, tarik kerah saya. Saya diancam mau dibawa ke sel Poltabes (Polresta Pekanbaru,red)," ujar Akmal, Kamis (17/09/15) malam.

Kisah Akmal dengan Calon Bupati Rohul itu bermula pada 2007 lalu. Saat itu, Akmal menjual sebidang tanah di Rohul kepada Suparman seharga Rp110 juta. Suparman membayar uang muka senilai Rp50 juta. Sisanya, dijanjikan Suparman, akan dilunasi dalam jangka waktu 2 bulan sejak Akta Pengikat Jual Beli yang ditandatangani pada 14 April 2007 silam.

Dituturkan Akmal, cicilan pelunasan dibayarkan oleh Suparman terakhir pada tahun 2012 lalu. Setelah itu, Ia tak lagi menerima cicilan bahkan pelunasan. Total uang yang telah diterimanya, mencapai sekitar Rp70 juta.

"Setelah lunas akte tanah diserahkan (balik nama, red) ke Suparman. Ternyata, sampai sekarang tak pernah dilunasi," ungkapnya lagi.

Karena belum dilunasi, Akmal mengaku membutuhkan uang. Lalu, ia pun mencoba menjual tanah itu. Akhirnya, ada seorang pembeli yang berminat. Ia pun janji ketemuan di suatu warung di Jalan Dharma Bhakti Ujung (Jalan Singgalang, red) Kecamatan Payung Sekaki kota Pekanbaru, Rabu (16/09/15) kemarin.

Ternyata, disitu ada Suparman. Saat sedang berbincang-bincang, kata Akmal, tiba-tiba  Suparman merampas dokumen Sertifikat Asli dari tangannya.

"Dia ambil sertifikat itu dari saya. Kerah baju saya digenggam. Kemudian dia membawa saya ke dalam mobil. Saya diancam akan dilaporkan ke Poltabes (Polresta Pekanbaru, red)," terangnya lebih lanjut.

Saat di dalam mobil itu, Akmal lalu dibawa berkeliling. Diperjalanan, Ia juga mengaku ditodongkan senjata api oleh orang lain di dalam mobil itu. "Ada orang lain juga disitu (dalam mobil, red), dia ngancam akan membolongkan kaki saya. Dia ngakunya anggota Polresta," kata Akmal.

Selain itu, Akmal juga mengaku sempat ditempeleng dan disikut Suparman. Lalu, Ia akhirnya diturunkan kembali ke warung tempat mereka berjumpa dan sertifikat asli itu dipegang Suparman. Dapat perlakuan ini, Akmal kemudian melaporkan kasus tersebut Mapolda Riau, pada malam itu juga.

Untuk diketahui, selain diusung Partai Golkar, untuk maju sebagai Calon Bupati Rohul periode 2015 - 2020, Suparman juga didukung oleh Partai NasDem, Partai Gerindra, dan Partai Hanura dan 2 Partai Non Parlemen yakni PBB dan PKPI. Ia berpasangan dengan Sukiman dengan jargon singkatan jargon "Susuki". [red]