Soal kabar Firdaus ke Cina, Kader Demokrat: Harusnya dia ada saat kita sedih, jangan pilih dia lagi!

Soal kabar Firdaus ke Cina, Kader Demokrat: Harusnya dia ada saat kita sedih, jangan pilih dia lagi!

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Kabar bahwa Walikota Pekanbaru Firdaus MT ke Beijing, Cina, yang katanya demi promosi kota Pekanbaru yang kini justru dilanda kabut asap, makin dikecam masyarakat. Anehnya, belakangan dinyatakan bahwa, Firdaus tak jadi berangkat.

"Pak Walikota memang tidak jadi ke Cina, tapi pejabat lain seperti Kepala BPTPM, Asisten II dan juga Kabag Humas tetap pergi ke Cina, hanya pak Wali yang gak ikut," Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Pekanbaru Azharisman Rozie saat jumpa pers, Kamis (17/09/15). Ia menggantikan Kabag Humas Alex yang ternyata berangkat ke Negeri Panda itu.

Namun, kecaman terhadap Pejabat yang dinilai tak peka terhadap kondisi kabut asap, makin meluas.

Rahmawati, seorang wanita pengusaha serta penggiat sosial kemasyarakatan mengaku prihatin atas kondisi asap ini. Menurutnya, kondisi saat ini sangat merisaukan dan merusak ekonomi rakyat akibat lumpuhnya beberapa usaha warga. Yang pasti, kesehatan warga pun semakin memburuk. Penyakit ISPA, sesak nafas, bahkan alergi dengan asap.

"Saya mengutuk semua pengusaha yang terlibat pembakaran lahan. Termasuk para pejabat yang ikut kerjasama dalam "proyek" asap ini," ungkap Rahmawati kepada Beritariau.com, Kamis (17/09/15).

Direktur di Yayasan Ar Rahma Riau ini juga menyayangkan tak banyak pejabat baik eksekutif dan legislatif yang sukarela melawan tragedi asap ini. "Terlebih Plt Gubernur Riau yang sangat amban menyatakan status Darurat Asap," tegasnya.

Yang lebih tak masuk akal lagi, kata Rahma, adalah pejabat Pemerintah Kota Pekanbaru terutama Walikota. Meskipun sebagai kader Partai Demokrat (PD) yang bertugas di bidang pemberantasan Korupsi Dewan Pimpinan Pusat (DPP), kritikan Rahma terhadap Walikota yang skaligus Ketua DPC PD Kota Pekanbaru ini tak kalah keras.

"Tak punya hati karena bekerja tak pakai filosofi. Dia hanya memakai hukum kebiasaan dan kekuasan. Mungkin menurut dia (Walikota, red), sayang donk kalau diundang ga hadir. Undangan promosi apa pak Wako? ASAP Riau?," ketus Rahma.

Dilanjutkannya, sebenarnya, masyarakat lebih butuh orang-orang Profesional untuk melayani kepentingan publik. Tak perlu pejabat struktural.

Untuk itu, wanita yang juga aktif di kepengurusan Ikatan Wanita Pengusaha (Iwapi) ini, meminta masyarakat agar tak perlu memilih lagi Firdaus dalam Pilkada Kota Pekanbaru 2017 mendatang.

"Untuk masyarakat. Ingatlah! Jangan pilih Walikota yang gak peduli dengan kita. Buka mata hati kita. Kita butuh pemimpin yang saat kita sedih, dia tahu dan ada untuk kita. Bukan saat kita senang dia datang untuk mengumbar senyum dan beri ucapan selamat," pungkasnya. [red]