Rusuh! Satpam PT Rimba Lazuardi Obrak-abrik Pemukiman Warga di Ukui

Rusuh! Satpam PT Rimba Lazuardi Obrak-abrik Pemukiman Warga di Ukui

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pangkalan Kerinci - Sengketa lahan disertai dengan tindakan kekerasan kembali terjadi di Negeri Seiya Sekata. Kali ini aksi brutal dilakukan tenaga satpam perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Rimba Lazuardi terhadap masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Pelalawan.

Informasi di lapangan, Kamis (17/09) menyebutkan, pihak perusahaan mengerahkan Satpam dibantu sejumlah preman untuk melakukan penyerangan dan penggusuran 37 rumah milik masyarakat,  satu diantaranya dibakar. Kemudian, 20 unit sepeda motor milik masyarakat juga dihancurkan dan 11 unit diantaranya dibakar oleh satpam perusahaan tersebut.

Bahkan, peralatan rumah tangga ikut dirusak dan sejumlah warga mengalami luka akibat penyerangan dan penggusuran tersebut.

Konflik ini dipicu oleh sengketa lahan dimana warga yang mendiami lahan sengketa mengklaim lahan tersebut miliknya, sedangkan perusahaan menyatakan lokasi tersebut berada dalam HGU PT Rimba Lazuardi.

"Kami diperlakukan bak binatang oleh satpam tersebut. Kami terpaksa lari karena ketakutan diperlakukan kasar. Karena kami kalah jumlah dengan satpam tersebut," ujar Sukirman, salah satu warga.

"Kami berlari ketakutan dan dikejar layaknya buronan. Kami mohon perlindungan bagaimana nasib kami kedepannya sudah diperlakukan biadab oleh perusahaan ini," ungkapnya disahuti oleh warga lainnya.

Seorang ibu rumah tangga yang turut menjadi korban penyerangan satpam PT Rimba Lazuardi, Roslia (31) mengeluhkan tempat tinggalnya sudah porak poranda dihancurkan. Barang dagangannya juga porak poranda dihancurkan.

‎"Sekarang kami tidak punya tempat tinggal lagi, terpaksa mengungsi bersama anak dan tetangga lainya ketempat yang aman dulu, karena di Sako di areal Konflik itu keamanan kami tidak terjamin," keluh Roslia.

Sementara itu, Kepala Dusun Onangan, Suparmin Rabu (16/9) mengatakan untuk saat ini sejumlah warga berada di tempat pengungsian. Karena kondisi belum normal dan masyarakat juga tidak berani untuk kembali ke pemukiman mereka yang saat ini dikuasai PT Rimba Lazuardi.

"Sementara warga di sini berada dalam kondisi aman, menjelang ada kejelasan. Kita tentunya berharap agar pihak kemanan dan pemerintah juga dapat mencarikan solusi kejadian ini," harap Suparmin.

Sementara Camat Ukui Basyaruddin, mengatakan, warga yang rumahnya dirusak satpam PT Rimba Lazuardi mengalah dan meninggalkan lokasi kejadian demi keamanan mereka.

"Situasi sudah kondusif sekarang. Karena polisi langsung turun ke lokasi saat kejadian. Aparat Brimob juga telah disiagakan di areal konflik," kata Camat Basyaruddin. [ip]