Saat Silaturahmi Pisah Sambut Kasrem

Gawat! Asap se-Sumatera numpuk di Riau, Danrem: Mereka itu orang gila dan tak punya hati!

Gawat! Asap se-Sumatera numpuk di Riau, Danrem: Mereka itu orang gila dan tak punya hati!

Salah Satu Foto Editan yang Beredar di Media Sosial | Dikutip dari akun twitter @Marwan******* | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Walau tampak santai tanpa ekspresi wajah emosi, Komandan Korem (Danrem) 031 Wirabima Brigjen TNI Nurendi ternyata cukup kesal atas kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang mengakibatkan kabut asap di Riau. Jenderal bintang satu yang baru beberapa bulan sebagai Danrem ini pun menghujat para oknum pembakar.

Hal itu disampaikannya, saat acara Malam Silaturahmi dan Keakraban (Pisah Sambut) Kepala Staf Korem (Kasrem) 031 TNI AD, Kamis (03/09/15) malam di Pekanbaru. Kolonel Arh Purwo Sudaryanto, kini dipromosikan menjadi Danrem 102/Panju Pajung di Kalimantan Selatan. Jabatan Kasrem 031/WB kini diemban oleh Kolonel I Nyoman Parwata.

"Akibat kebakaran, semua terganggu. Pembakar lahan ini, ibarat orang gila, egois dan tak punya hati," kata Nurendi dalam sambutannya di hadapan Forkominda Riau dan sejumlah Bupati yang hadir saat itu.

Mendengar itu, sejumlah tamu yang hadir selain pejabat publik, antara lain ; pengusaha, tokoh masyarakat dan awak media, terkesima. Ada yang terdiam, tersenyum dan sedikit terkejut. Pasalnya, pernyataan serius itu disampaikan Nurendi tanpa mimik wajah emosi.

Dilanjutkannya, Ia menjelaskan alasannya menyatakan hal tersebut. Katanya, sebelum memakai istilah "orang gila" itu, Ia telah berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau.

"Saya sudah bicara dengan MUI. Ga ada masalah kalau saya sebut mereka (pembakar lahan, red) sebagai orang gila. Ya, kalau tak mau disebut orang gila, jangan bakar lahan," ungkapnya.

Acara malam keakraban ini, topik karhutla dan asap menjadi bahan pidato baik Danrem, Plt Gubernur Riau bahkan Kasrem yang baru.

"Kabarnya asap di Riau ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Mudah-mudahan, keberadaan saya disini dapat membantu menguranginya," ungkap Kolonel I Nyoman Parwata, Kasrem yang baru yang pernah bertugas sebagai anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Disambangi usai acara, Plt Gubernur Riau Arsyajuliandi Rahman yang ditemui wartawan mengaku telah mengurus izin operasi Helikopter Pemadam Api yang sebelumnya telah habis tanggal 31 Agustus lalu. Ia mengakui adanya keteledoran dalam pengecekan izin heli tersebut.

"Kedepannya akan kita perbaiki. Karena ada lokasi-lokasi yang tak bisa dijangkau dengan darat dan harus memakai heli. Izinnya sudah diurus di Jakarta kemarin. Nanti juga ada 1 unit air tractor untuk membantu pemadaman," kata Andi.

Disinggung soal perintah Presiden Jokowi soal pembangunan Sekat Kanal yang tak kunjung direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi Riau, Andi mengaku telah mulai membangunnya melalui APBD Perubahan dan bantuan dari United Nation Development Program (UNDP).

Dikatakannya, kabut asap menjadi fokus perhatiannya saat ini. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin, saat ini kabut asap se Pulau Sumatera sedang menumpuk di wilayah Riau.

"Sekarang menumpuk diatas kita," ujarnya. [red]