Udara di Riau mengandung racun, 1.228 warga terjangkit ISPA

Udara di Riau mengandung racun, 1.228 warga terjangkit ISPA

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dari pantauan Satelit Modis Terra dan Aqua pada Senin (31/08/15) pukul 05.00 Wib, terdapat 1.006 hotspot atau titik panas di Sumatera. Akibatnya, ratusan warga Riau selalu menghirup udara beracun yang mengandung kabut asap dari pagi sampai malam hari.

"Di Sumatera Selatan ada 354 titik panas, di Sumatera Barat 8 titik, Riau ada 219 titik, Lampung 13 titik, Bangka Belitung 88 titik, Jambi 320 titik, dan Bengkulu 3 titik, total 1.006 titik panas di pulau Sumatera," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Menurut Sutopo, meningkatnya titik panas menyebabkan jarak pandang pendek dan kualitas udara memburuk. Jarak pandang di Pekanbaru 1 kilometer, Pelalawan 800 meter, dan Rengat 2 km.

"Ada 1.228 jiwa terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Riau akibat karhutla," jelas Sutopo.

Dikatakan Sutopo, hingga saat ini upaya penanggulangan karhutla terus dilakukan di darat dan di udara. BNPB mengerahkan 3 pesawat terbang untuk hujan buatan di Riau. Hujan buatan di Riau telah menaburkan 111 ton garam, ke dalam awan-awan potensial.

"Pemboman air dari udara sudah dilakukan dengan menjatuhkan 13,7 juta liter air di Riau," terang Sutopo.

Masih menurut Sutopo, ancaman karhutla terus meningkat hingga November 2015. Sebab, cuaca kering dan hujan akan semakin kecil sehingga potensi terbakar akan makin besar.

"Pola hotspot di Sumatera mencapai puncak pada September-Oktober. Upaya pencegahan lebih efektif dibandingkan pemadaman," tandasnya. [Pan]