Polisi incar keterlibatan Bos PT LIH kasus karhutla 533 hektar di Riau

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Polda Riau menetapkan 29 tersangka kebakaran lahan dan hutan (Karlahut), 1 diantaranya koorporasi yakni PT Langgam Inti Hibrindo yang disebut-sebut sebagai anak perusahaan Grup Provident Agro milik pengusaha ternama Sandiaga Uno.
"Kami menetapkan 28 warga sebagai tersangka karlahut dan 2 koorporasi PT LIH," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Senin (31/08/15) di ruang kerjanya.
Untuk mencari tersangka pimpinan perusahaan kebun kelapa sawit tersebut, polisi memeriksa dua manager operasional dan manager Lapangan serta sejumlah saksi lainnya.
"Dari penyidikan terhadap koorporasi, kita melakukan penyelidikan lagi terkait penanggungjawab (pimpinan) atas kebakaran lahan di perusahaan tersebut," jelas Guntur.
Maka dari itu, kata Guntur, Direktorat Reserse Kriminal Khusus mencari bukti-bukti dan memintai keterangan dari warga setempat dan olah tempat kejadian perkara atau lahan yang terbakar seluas 533 hektare.
"Untuk PT LIH, dijerat pasal 98 ayat 1 juncto pasal 99 ayat 1 UU RI nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup," terang Guntur.
Selain PT LIH, polisi menetapkan 28 orang warga di beberapa kabupaten sebagai tersangka kebakaran lahan. 18 berkas tersangka diantaranya dinyatakan sudah lengkap atau P21.
"Polres Dumai menetapkan 2 tersangka, Polres Bengkalis 3 tersangka, Polres Siak 4 tersangka, Polres Inhu 4 tersangka, Polres Inhil 4 tersangka, Polres Pelalawan 6 tersangka, Polres Rokan Hilir 4 tersangka dan Polres Kepulauan Meranti dengan 1 tersangka," kata Guntur.
Dikatakan Guntur, dari 28 orang warga dan PT LIH yang menjadi tersangka, 18 berkas kasus kebakaran lahan dan hutan tersebut sudah lengkap atau P21. Namun PT LIH masih tahap proses penyidikan, karena belum ditetapkan siapa pimpinan yang bertanggung jawab.
"1 kasus masih penyelidikan, 7 kasus sudah penyidikan, 4 laporan masuki tahap 1, dan 18 laporan sudah P21. Jumlah total laporan polisi ada 29," jelas Guntur. [Pan]

