Dipolisikan karena diduga ancam wartawan, Ini tanggapan Bupati Inhu Yopi Arianto

Dipolisikan karena diduga ancam wartawan, Ini tanggapan Bupati Inhu Yopi Arianto

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Yopi Arianto mengaku kasus penamparan yang dilakukannya terhadap wartawan senior kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Zulkifli Panjaitan di depan kantor PWI Inhu bukan masalah serius. Padahal, aksinya itu sendiri telah dilaporkan Zulkifli ke Polda Riau sebagai dugaan tindak pidana pengancaman .

Bekas Bupati Inhu yang baru satu hari meletakkan jabatannya karena masa tugasnya telah habis ini, juga pernah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan kasus asusila seorang wanita Satuan Polisi Pamong Praja. Menurut Yopi, permasalahan dirinya dengan Zulkifli bukanlah kasus hukum.

"Ini bukan kasus, tapi kalau memang keinginan beliau (Zulkifli) begitu (melapor ke Polisi), berarti sayang sama saya kan. Ya silakan saja," ujar Yopi, usai pelantikan Penjabat (Pj) Bupati Inhu Kasiaruddin di Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin (03/08/15).

Yopi juga berkeyakinan bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan bentuk pergaulan dengan seorang wartawan.

"Sebenarnya tidak ada masalah, gurau-gurau (canda) saja, sama dengan kayak gini," ujar Yopi, sambil menyikut salah seorang wartawan. "Kau ni sombong kali. Nah kayak gitu. Bupati Inhu tu macam itu" katanya lagi.

Putra mantan ketua DPRD Inhu Almarhum Sugianto yang juga pernah dilaporkan ke Polda Riau terkait penamparan terhadap seorang asisten perkebunan PT Duta Palma itu mengaku, permasalahan penamparan wartawan senior salah satu media harian cetak ini sudah dimediasikan secara kekeluargaan.

"Tidak ada masalah, semuanya tidak ada masalah. Kita sudah jumpai semua keluarga besar PWI Kabupaten Inhu, ada Pak Kapolsek (Kompol Franky Tambunan), ada saya, semuanya, Kabag Humas juga," ujar Pria yang pernah menikah dengan seorang polisi wanita ini.

Yopi juga mengaku heran terkait laporan penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap wartawan yang ditamparnya gara-gara pemberitaan tersebut.

"Tidak menyenangkan apa, saya baik-baik saja komunikasi selama ini. Tadi kan ketua PWI Kabupaten Inhu datang juga, salaman. Malah dia (Kasmedi) bilang, lanjutkan terus pak Bup," kata Yopi.

Bahkan, politis partai Golkar yang bakal maju lagi sebagai Calon Bupati Inhu didampingi Kadis Pertambangan dan Energi Pemkab Inhu ini merayu agar media jangan terlalu membesar-besarkan permasalahan tersebut.

"Jangan kita besar-besarkan masalah ni, kita warnai Riau ni, kita warnai Inhu," kata duda dengan satu anak itu sambil meninggalkan para awak media.

Sementara itu, ketua PWI Inhu Kasmedi membantah adanya mediasi antara Yopi Arianto dengan Zulkifli Panjaitan di kantor PWI kelurahan Pematangreba kecamatan Rengat Barat itu. Menurutnya, Yopi lah yang datang dengan sendirinya dan menjelaskan perbuatannya.

"Tidak ada mediasi seperti yang dikatakannya (Yopi). Yang namanya mediasi itukan menjumpai kedua belah pihak. Nah, kedatangan Yopi bukan lah kita yang undang, namun datang dengan sendirinya menemui kita dan bang Zulkifli," kata Kasmedi.

Bahkan, kata Kasmedi, tidak ada kata permintaan maaf atau segala macam bentuk mediasi saat Yopi mendatangi sejumlah wartawan tersebut.

"Tidak ada itu (kata permintaan maaf), hanya kedatangan beliau (Yopi) yang menjelaskan kepada sejumlah wartawan terkait perbuatannya terhadap bang Zulkifli. Yopi mengaku hanya gurau-gurau saja, bang Zulkifli mengaku pipinya ditampar," pungkas Kasmedi. [Pan]