Putra Dankoti DPD LLMB Pekanbaru Dikeroyok Warga, Panglima Pucuk Minta Polisi Segera Selesaikan

Panglima Pucuk LLMB Riau, Kepri dan Sumut, Dt. Ismail Amir, S.H., M.H
Beritariau.com, Pekanbaru - Terkait kasus pengeroyokan yang dialami oleh Dwi Kurniawan (28 tahun) yang merupakan putra dari Dankoti DPD LLMB Kota Pekanbaru, Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau, Kepri dan Sumut mengambil langkah bijak.
Panglima Pucuk LLMB Riau, Kepri dan Sumut, Dt. Ismail Amir, S.H., M.H, meminta agar LLMB menahan diri dan tidak melakukan tindakan pembalasan walaupun ini terkait dengan anak salah satu pengurus DPD LLMB Kota Pekanbaru.
"Walaupun warga main hakim sendiri LLMB tetap profesional tidak membalas," tegasnya, Kamis (2/11/2023).
Namun begitu, Datuk Besar meminta agar pihak kepolisian segra menangani masalah pengeroyokan ini agar persolaan tidak berlarut-larut dan berbuntut panjang.
"Sebaiknya ini segera diselesaikan dengan cara baik-baik, hal ini untuk menghindari timbulnya persoalan baru akibat pihak polisi tidak cepat tanggap," ujarnya mengingatkan.
Sebelumnya, Ketua DPD LLMB Kota Pekanbaru Datuk Panglimo Tongah Muhamad Uzer menanggapi perihal pengeroyokan yang dilakukan warga tersebut, Dia amat menyayangkan atas tindakan yang dilakukan warga dengan main hakim sendiri, kita negara hukum harus patuh dan taat pada hukum ,jangan main hakim sendiri apalagi sembarang tuduh tanpa ada bukti.
"Dalam hal ini saya berharap kepada pihak Polsek Bukitraya untuk segera menindaklanjuti laporan korban pengeroyokan dan menangkap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.pintanya kepada media ini."
Diberitakan sebelumnya, Dwi Kurniawan yang berprofesi sebagai Driver Ojol mendatangi Polsek Bukitraya mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa warga pada Selasa 24 /10/23 di Jalan Inpres gang Gundaling kelurahan Perhentian Marpoyan, kecamatan Bukitraya berkisar pukul 01.00 WIB..
Dijelaskannya, berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) dengan No Laporan Polisi LP/510/X/2023/Riau/Polresta PKU /SEK BUKIT RAYA tanggal 26 Oktober 2023 pukul 01.00 WIB bertempat di Polsek Bukitraya atas dugaan tindak pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang pasal 351 KUHP.l.
Berikut ini pengakuannya seperti dilansir dari gemuruhnews.com.
"Malam itu saya mengantar orderan ojek online tepatnya di jln Inpres saat mau parkir di jln komplek pas didepan rumah customer/sipemukul motor saya tumbang dan saya tidak memeriksa barang yang jatuh dan saya memberikan saja pesanannya kepada costumer kebetulan yang menerimanya istri dari si pelaku," cerita dia seperti dilansir dari
"Setelah itu saya pulang mandi dan ganti baju langsung mencaskan hp, kemudian saya mau menggunakan meteran tersebut dan saya cari-cari ditas dan dimotor tidak ada.kemudian saya berinisiatif untuk mencari meteran itu karna kan tadi motor saya jatuh di jln Impres tersebut saya telusuri lah jalan saya tempat mengantarkan orderan yang tadi, karna jarak dari tempat motor saya yang tumbang/jatuh tidak jauh dari rumah saya yang di perkirakan hanya 2 KM."
"Langsung saya pun berangkat tidak memakai atribut ojek online dan tidak membawa hp serta indentitas lainya,setelah sampai di depan rumah costumer atau pas tempat motor saya jatuh tadi saya cari-cari disekelilingnya, Karena firasat saya pasti tidak jauh dari sini.dan keluar lah costumer /sipemukul dengan membawa parang dan langsung menyerang saya dengan parangnya untung saja bisa saya tangkap parangnya," tambahnya lagi.
Kemudian tidak puas dia pun mau menonjok saya dan saya tahan.setelah itu saya jelas kan dan ingin ngobrol baik” kepada dia bahwasanya saya ke sini ingin mencari meteran saya yang terjatuh di sini seingat saya.dengan lantang nya si pemukul bicara diam kau jangan macam” kau ku bantai kau di sini kemudian dia teriak, keluar lah tetangga nya dan tetangga nya juga ikut memukul kepala saya dengan selang air dengan keras nya.
Berulang kali saya jelaskan bahwasanya saya gojek yang antar orderan tadi costumer berkata saya tidak ada urusan.kemudian saya ajak ke pos kebetulan pos dekat rumah RW.tujuan saya agar dapat pertolongan agar tidak di amuk masa.malah saya didepan RW di pukulin dan RW tersebut diam dan menghisap rokok dengan santai nya setiap kali saya di beri pertanyaan dari warga di situ saya tidak bisa menjawab karena bingung selalu kena pukulan.
Dan lagi” RW tersebut hanya bisa diam saja. niat hati agar dapat perlindungan malah tidak ada perlindungan malah saya berkali-kali kena pukulan dari warga situ,ujarnya dengan sedih. (*)

