Asap kian tebal, Udara Pekanbaru dinyatakan tak sehat

Asap kian tebal, Udara Pekanbaru dinyatakan tak sehat

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan di Riau belum teratasi, meski sudah dilakukan water bombing alias bom air dan hujan buatan, namun asap yang ditimbulkan semakin tebal. Akibatnya, alat pemantau PM10, ISPU Stamet Pekanbaru mendeteksi udara dalam kategori tidak sehat.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Pekanbaru, Sugarin, Senin (27/07/15) mengatakan sejak pukul 07.00 Wib pagi tadi, titik panas (hotspot) di pulau Sumatera terpantau 48 titik yang tersebar disejumlah propinsi.

"Di Jambi ada 7 titik panas, Sumatera Selatan 14 titik, Bangka Belitung 2 titik, dan terbanyak di Riau yakni 25 titik," ujar Sugarin.

Titik panas di Riau terdapat disejumlah kabupaten yang terjadi kebakaran hutan dan lahan yang kini masih dalam proses pemadaman dengan cara udara dan darat.

"Di kabupaten Bengkalis ada 3 titik panas, Dumai 2 titik, Pelalawan 1 titik, Indragiri Hilir 12 titik dan Indragiri Hulu 7 titik," jelasnya.

Dari 25 titik panas tersebut, kata Sugarin, terpantau 20 titik api, yaitu di kabupaten Bengkalis 3 titik api, Dumai 1 titik, Indragiri Hilir 11 titik, dan Indragiri Hulu 5 titik.

"Sedangkan jarak pandang di kota Pekanbaru 2 Kilometer (smoke), Dumai 3 km (smoke), Pelalawan 4 km (Haze) dan Rengat hanya 500 meter. Saat ini, udara di Pekanbaru dinyatakan tidak sehat," pungkas Sugarin. [Pan]