Kawal Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah
Antisipasi gangguan Pilkada, Polda Riau tempatkan personel di KPUD

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Kuansing - Mengantisipasi potensi kerawanan pada proses pendaftaran Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah di 9 Kabupaten/Kota di Riau yang akan bertarung dalam Pilkada mendatang, Kepolisian Daerah (Polda) Riau menyiapkan personel termasuk mengamankan kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).
"Jajaran Kepolisian menyiapkan personel dari Intelkam sebagai Liason Officer (LO) dan Sabhara yang akan ditempatkan di setiap kantor KPUD," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Jumat (24/07/15).
Penempatan ini, kata Guntur, guna mengantisipasi gangguan selama proses pendaftaran. "Terutama para Bakal Calon yang tak lulus Verifikasi oleh KPUD sebagai Calon peserta Pilkada," terangnya.
Selain itu, lanjut Guntur, juga untuk mengantisipasi kerawanan akibat adanya dinamika konflik internal partai yang dianggap perlu diwaspadai.
Perlu diketahui, pendaftaran Balon Kepala Daerah dalam Pilkada serentak di Riau mulai digelar tanggal 26 Juli hingga 28 Juli mendatang. Setiap pasangan Balon akan mendaftar dengan menyertakan dukungan Partai Politik yang memiliki kursi di DPRD sesuai ketetapan masing-masing KPUD.
Jelang pendaftaran ini, gesekan politik mulai bermunculan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pasca penetapan Ketua DPD Golkar kubu Agung Laksono di 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, Rabu (22/07/15) sore kemaren, terjadi insiden penyerangan dikediaman Imran SH di Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah.
Insiden itu, dipicu adanya pengrusakan spanduk ucapan selamat atas terpilihnya Imran, SH sebagai ketua DPD II Golkar Kuantan Singingi versi Agung Laksono oleh sejumlah orang disertai tindakan tak menyenangkan terhadap istri dan anak Edi Pitok.
Informasi yang dirangkum, insiden ini, telah dilaporkan oleh Rusli (45), warga Desa Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah dengan terlapor berinisial SR dkk.
Dalam laporannya kepada Polisi, sore itu sekitar pukul 16:30 Wib, Rusli mengaku menerima telepon dari Yuli yang menginformasikan bahwa spanduk yang berada di samping warung miliknya (Yuli-red) di Desa Koto Kari, dicabut oleh SR dkk.
Spanduk yang dicabut itu berbunyi, "Selamat atas terpilihnya Bapak Imran, SH sebagai ketua DPD tingkat II Golkar Kabupaten Kuansing periode 2015-2020".
Atas informasi itu, Rusli dan Yuli menemui Imran yang berada di Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah. Saat itu, di kediaman Imran, sedang berlangsung hajatan syukuran atas terpilihnya Imran sebagai ketua DPD Golkar Kuansing.
Tiba-tiba, SR datang dengan mengendarai mobil Ford warna hitam dengan nomor polisi BM 5 TJ dan berhenti di depan rumah Imran. Saat keluar dari mobil, SR melempar spanduk yang dicabut tadi dan kembali masuk ke mobil.
Melihat hal itu, Hendri, saudara kandung Imran, berusaha menghentikan mobil SR untuk menanyakan maksud SR melakukan hal itu. Namun, SR tak mau berhenti dan terus bergerak hingga menabrak Hendri dan menyebabkan kaki kiri Hendri mengalami memar.
Hingga kini, laporan Rusli tersebut masih dalam penyelidikan Polres Kuansing.
Atas laporan Rusli itu, Sekretaris DPD II Golkar Kuansing kubu Aburizal Bakrie (ARB), Adam Sukarmis SH membantah telah melakukan penyerangan terhadap massa pendukung kubu Imran SH. [red]

