Tahun Politik, Siapapun harus Menentukan Sikap Politiknya

Oleh: Dt. Besar Ismail Amir.SH,MH / Panglima Pucuk DPP LLMB Riau, Kepri dan Sumut
MEMASUKI tahun politik siapapun, kelompok dan organisasi apapun harus menentukan sikap politiknya untuk menetapkan satu pilihan terkecuali institusi yang memakai dana APBN, BUMN, APBD dan BUMD, inipun selalu ikut berpolitik praktis karena kepentingan jabatan ataupun intsruksi sang penguasa.
Ini artinya di politik tidak boleh tidak memilih apalagi pasang dua kaki, karena dunia moderen era digitalisasi ini jejak rekam pasti terdeteksi.
Sikap politik harus jelas tidak boleh bunglon dan abu-abu, kalau abu-abu, percayalah pada akhirnya pasti akan di tinggal kan oleh sipemenang.
Kalau terdeteksi pasang dua kaki ataupun abu-abu jangankan untuk berbaik lagi hubungan silaturahmi pun akan diakhiri.
Pertimbangkanlah, mana besar manfaatnya, dari pada mudoratnya ketika Anda memutuskan untuk menentukan sikap politik pilihan anda nanti.
Di pentas politik, netral sama dianggap tidak bersikap. Anda dianggap tidak profesional dan orang yang plin-plan.
Kegagalan tidak akan datang dari orang lain melainkan dari dirimu sendiri.
Begitu juga kesuksesan tidak akan pernah kau raih kalau tidak kau mulai dari dirimu sendiri.
Hari ini kita perhatikan dan kita lihat bersama: LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU yang di singkat dengan LAMR. Kemarin mereka membawa tepak sirih yang maknanya mereka menjemput salah satu bacalon presiden Ganjar Pranowo untuk rencana diberi gelar adat di LAMR. Ini disinyalir ada pesan sponsor politik tentang keinginan seseorang menjadi PJ Gubernur yang mendanai mereka untuk menemui Ganjar di jakarta.
Setelah selesai mereka pertemuan masuklah ke Media masa yang akirnya heboh, karena bertentangan dengan peradaban, adat resam kebudayaan melayu dan tidak sesuai dengan Alur patut di melayu.
Bangsa melayu bukan bangsa pengemis yang minta dikasihani.
LEBIH BAIK MATI BERDIRI
DARIPADA HIDUP BERSIMPUH
Ini artinya dari mulai nenek moyang orang melayu, mereka sudah menegakkan marwah untuk mempertahankan harga diri.
Karena sudah heboh untuk menutupi malunya LAMR membuat kunjungan ke Anies Baswedan dan juga Akan berkunjung ke Prabowo.
LAMR itu organisasi yang dibiayai oleh dana APBD ke 3 Bacapres ini kan orang politik dan akan maju pilpres 2024 kok pengurus LAMR tidak ada yang faham bahwa LAMR itu tak boleh ikut-ikutan berpolitik praktis, apapun alasannya ini tahun politik malulah LAMR tidak memahami AD/ART nya sendiri dan Undang-Undang tentang Pemilu.
Seharusnya LAMR evaluasi sudah berapa ekor sapi untuk denda sangsi adat, yang di jatuhkan kepada orang?
Sekarang LAMR ada kesalahan yaitu membuat marwah melayu rendah dan menjatuhkan marwah melayu, kok mereka buat alasan inilah, itulah, seharusnya konsekwen lah, jangan hanya menjalankan sanksi kepada orang lain, tiba pada diri sendiri buat bermacam-macam alasan untuk membela diri.
Mudah-mudahan Allah mengembalikan marwah lembaga Adat Melayu Riau kembali seperti sewaktu di pimpin Almarhum Datuk Seri Tenas Efendi. Perjuangan beliau untuk mengakat marwah melayu tetap melekat di hati sanubari buat seluruh masyarakat Riau terutama kita orang melayu dan sangat-sangat berbeda dengan pengurus LAMR saat ini. Semoga seluruh pengurus LAMR bisa memberi contoh dan bukan hanya mencontoh. (*)

