Duh! 12 Hotspot di Rohil, Pemkab Minta Polres Tindak Tegas Pelaku Karhutla

Duh! 12 Hotspot di Rohil, Pemkab Minta Polres Tindak Tegas Pelaku Karhutla

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Bagan Siapiapi - Hasil peninjauan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilakukan melalui jalur udara menggunakan Heliped milik PT Sinarmas, terpantau sebanyak dua belas (12) titik api di wilayah Rohil pada Senin (29/6/15) kemarin.

"Kalau untuk hari ini saya belum bisa pastikan jumlahnya berapa. Tetapi kalau kemarin, sudah mencapai dua belas titik api. Yakni terpantau daerah terparah berada disekitar Kepenghuluan Labuhan Tangga Hilir, Kecamatan Bangko tepat dibelakang Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ar-Ridho," terang Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Rokan Hilir (Rohil), Drs H Surya Arfan MSi, Selasa (30/6/15).

Adapun upaya penanganan akan terus dilakukan oleh pemkab menggunakan air di seputaran Sungai Rokan. "Kita akan padamkan dengan cara Water Bumping secara bertahap menggunakan Heli Kopter milik PT Sinarmas, agar kebakaran itu tidak menjalar kemana mana," ujarnya.

"Jika tidak dilakukan tindakan pemadaman, maka pada malam hari mata masyarakat terasa pedih karena asap, sedangkan pada siang harinya menimbulkan panas yang sangat luas biasa. Meskipun tak terlihat kabut, namun kondisi ini cukup membuat masyarakat resah, apalagi dalam keadaan Bulan Puasa," urainya.

Untuk mengatasi kondisi ini, ia pun minta kepada jajaran Kepolisian Resort (Polres) Rohil agar segera menangkap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Ia menambahkan, selama ini penanganannya belum memuaskan. Kebakaran sering terjadi dan jelas-jelas lahan tersebut memiliki tuan. Namun yang disayangkannya, ketika pemilik lahan yang diinterogasi oleh petugas kepolisian ataupun pemerintah setempat, selalu ada saja alasan pemilik lahan tidak mengetahui di lahannya sedang terjadi kebakaran.

"Jadi kita minta kepada pihak kepolisian secepatnya menangkap dan penjarakan sesuai hukum yang berlaku, karena sudah menyusahkan banyak orang. Setiap terjadi kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) selalu alasannya tidak tahu siapa pemiliknya, kalau ditanya kepada penghulu setempat pasti tahu dan segera panggil pemiliknya," tegasnya. [bim]