Kasus Pencabulan, Pembunuhan dengan Mutilasi di Siak

Potong Kemaluan Korban Biar Kebal dan Bisa Menghilang

Potong Kemaluan Korban Biar Kebal dan Bisa Menghilang

Ilustrasi Mutilasi Kekerasan Seksual | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Salah seorang pelaku MD (19), yang disebut-sebut sebagai tokoh utama kasus dugaan pelecehan seksual pembunuhan disertai mutilasi di kabupaten Siak dan Bengkalis mengaku mendapat wangsit dari almarhum sang ayah yang merupakan dukun semasa hidupnya, untuk melakukan pembunuhan tersebut.

Selain itu, dari pemeriksaan psikologis, MD merupakan orang yang memiliki sifat tidak tegaan. Awalnya MD tidak berniat untuk membunuh para korban bahkan memutilasinya. Namun karena ada bisikan ghaib dari sang ayah, MD nekat menjalankan ritual dengan memerintahkan istri dan rekannya.

Kompol Novian selaku Kabag Forensik Psikologis Polda Riau kepada wartawan Rabu (13/08/2014) mengatakan, tersangka MD ini pada dasarnya orang yang penakut, bersifat tidak tegaan.

"Tersangka MD menggunakan orang lain yakni DD dan S, karena MD memiliki kekuatan atau power, dia memerintahkan istrinya (DD) sebagai eksekutor,"terang Novian.

Hal itu juga senada dengan pengakuan MD, ia mengaku melakukan perbuatan tersebut untuk menuntut ilmu dan menjadi seorang dukun seperti ayahnya.

"Awalnya saya tidak berniat membunuh dan memotong mereka (korban), tapi saya dapat bisikan dari ayah, katanya kalau ingin kebal dan bisa menghilang, saya harus mencari korban sebanyak 9 orang, lalu memotong kemaluannya," kata MD saat diwawancarai wartawan.

MD yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sate keliling di sekitar kecamatang Tualang kabupaten Siak itu melakukan mutilasi terhadap anak-anak sebagai korbannya karena sering melihat mereka berkerumun di sekitar gerobak sate miliknya.

"Saya penjual sate keliling menggunakan sepeda motor, anak-anak tersebut senang membeli sate saya dan sering di dekat saya, dan lalu terpikir untuk menjadikan mereka korban atas bisikan ayah saya," kata MD lagi. [pan]

Tags :# hukum