Petani Bagan Keluhkan Produksi Panen Sawit Anjlok

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Bagan Batu - Kondisi iklim yang cenderung ekstrem, sangat berpengaruh besar terhadap hasil produksi tanaman kelapa sawit. Hasil panen pun kian hari mengalami penurunan yang sangat drastis, sehingga pendapatan para petani mengalami penurunan.
"Panenan semalam sikit kali hasilnya, cuma dapat 200 kilo untuk lahan saya seluas 2 hektar. Padahal perawatan dan pemupukan saya mengikuti prosedur seperti yang dilakukan di kebun PTPN, tapi mungkin karena pengaruh cuaca ya, atau karena penyebab lainnya," keluh salah seorang warga Bagan Batu, Yono (27/5/15).
Dikisahkannya, sebelumnya hasil panen kebunnya tersebut rata-rata mencapai 800 kg hingga 1.000 kg.
"Tapi kalau sekarang ini benar-benar jauh di bawah, anjlok kalilah hasilnya. Pusing saya, susah untuk membaginya, karena gak cukup sih uang yang dihasilkan dari panen sawit itu. Apalagi sekarang harga sawit hanya Rp 1.300 sekilo, total panen semalam cuma dapat duit Rp 260 ribu belum potong ongkos panen, maka pusing kalilah," ungkap Yono.
Berbeda disampaikan oleh salah seorang petani lainnya, Bahriun yang mengatakan trek ( anjloknya) produksi sawit akibat perlakuan yang kurang bagus. "Mungkin karena pupuknya kurang bagus makanya produksi sawit bisa anjlok," katanya.
Bagan Sinembah khususnya kota Bagan Batu merupakan wilayah yang perekonomiannya sangat tergantung dari hasil kelapa sawit. Apabila sawit hasil produksi tidak bagus maka perekonomian juga akan mengalami kelesuan. [bim]

