Riau darurat narkoba, BNN razia pemakai, Polda ciduk pengedar

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Belakangan ini Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Riau hampir setiap hari menggelar razia narkoba disejumlah kelab malam kota Pekanbaru. Bahkan, petugas membawa alat tes urine dan meminta pengunjung untuk mengecek pengguna narkoba.
Hal itu dilakukan sebab presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia darurat Narkoba, dan kepala BNNP Riau Kombes Pol Ali Pranaka beberapa waktu lalu menyebutkan propinsi Riau dinyatakan sebagai daerah darurat Narkoba.
Hasilnya, BNNP Riau sudah mengamankan puluhan pengunjung yang positif sebagai pengguna narkoba. Sebagian pengguna direhabiltasi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru, sebagian lagi direhab jalan.
Namun, Polda Riau sendiri belum terlihat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan BNNP Riau yang dikomandoi oleh Kombes Pol Ali Pranaka tersebut. Meski beberapa kali baik Polda Riau maupun Polresta Pekanbaru kerap menangkap pengedar narkoba di sejumlah kelab malam.
"Razia dengan melakukan tes urine itu bagus. Tapi kalau nangkap pengedarnya kan bagus juga. Sehingga narkoba tidak sampai ditangan masyarakat dan itu mengurangi jumlah pengguna narkoba," ujar Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan, Minggu (24/05/15).
Dolly mengklaim, pihaknya hampir setiap hari menangkap pengedar narkoba baik yang barang buktinya narkoba segala jenis seperti pil ekstasi dan sabu sabu. Baik dalam jumlah barang bukti sedikit, maupun banyak.
"Sering kita tangkap, hampir semua Polres. Ada yang menangkap 2 Gram, 200 gram, bahkan berkiloan seperti yang kemarin 46,5 kg sabu oleh Dit Res Narkoba," kata Dolly.
Saat ditanya mengapa Polda Riau tidak menggelar razia dengan membawa tes urine ke sejumlah kelab malam agar mengurangi pengguna narkoba, Dolly menegaskan pihaknya tetap melakukan pemberantasan narkoba dengan segala cara.
"Ya itu nanti dilakukan juga. Yang jelas banyak pihak ikut andil dalam memberantas narkoba, baik BNN maupun polisi sama-sama memerangi narkoba, masyarakat juga ikut," pungkasnya.
Sementara itu, kepala BNNP Riau Kombes Pol Ari Pranaka mengatakan, pihaknya akan terus menggelar razia narkoba di semua kelab malam dan tempat karaoke keluarga di kota Pekanbaru secara bergiliran.
"Kita lakukan bergiliran, tidak ada pilih-pilih. Kemarin kita amankan 48 pengunjung yang positif narkoba setelah dilakukan tes urine ditempat. Sebagian dari Dragon Pub, sebagian orang lainnya kita amankan dari SP Club," ujar Ali.
Saat ditanya ada beberapa tempat karaoke yang berukuran lebih besar dari tempat karaoke keluarga seperti Ce7 di jalan Cempaka dan Arena Entertainment di jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Ali menegaskan semua ada gilirannya.
"Bertahap, semua akan dilakukan razia, pengunjung meskipun tidak ditemukan barang bukti akan dilakukan tes urine, ini dilakukan untuk mengurangi pengguna narkoba," tegasnya. [Pan]

