Siswa SD Korban Pengeroyokan di Rohul, Menghembuskan Nafas Terakhir

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Hasranda, murid Kelas I (satu) Sekolah Dasar Yayasan Islam Zaidar Yahya Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (28/04/15) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.
Bocah berusia 7,5 tahun ini merupakan anak pertama dari Hasrul (31) dan Suliandra (31). Ia meninggal dunia di rumahnya di Kampung Planet Dusun Pasir Putih Timur, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah.
Sebelum meninggal, Randa (sapaan Hasranda) sempat mengalami kerusakan saraf di bagian belakang kepalanya, dan menyebabkan bagian kanan tubuhnya mengalami lumpuh. Ia juga sempat dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RS Eka Hospital dan RS Awal Bros Pekanbaru, dan RSUD Pasirpangaraian. Namun penyakitnya tak kunjung sembuh.
Ayah Randa, Hasrul sangat terpukul atas kepergian putra pertama kesayanganya yang tidak wajar tersebut. Namun demikian, pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini menyerahkan seluruh proses hukum ke pihak berwajib.
Hasrul mengakui, sebelum meninggal, dalam tiga hari terakhir, Randa selalu ingin dekat dengan adiknya, Ramhal.
"Pak, aku mau dekat ama adek Pak. Aku juga mau tidur sama adek," hanya itu permintaan Randa yang sering keluar dari mulutnya tiga hari sebelum dia meninggal kepada ayahnya.
Hasrul menambahkan, belakangan hari ini, Randa juga sering diam sambil berbaring di lantai ruang tamu rumahnya. Sesekali, dia bermain dengan adiknya Ramhal yang masih berusia sekitar 1 tahun. Dia juga hanya bicara seperlunya saja.
Ibunya sendiri, Suliandra tampak sangat terpukul. Perempuan yang berprofesi sebagai guru Pendidikan Anak Usia Dini ini terus histeris melihat tubuh anaknya yang terbujur kaku di depannya, di ruang tamu rumahnya, dan menyebabkan para pelayat ikut menangis.
Sebelumnyam bocah malang ini mengaku kepada orang tuanya, bahwa dia sakit karena dikeroyok oleh lima teman sekolahnya pada Sabtu 14 Februari 2015 silam. Namun, pengakuan Randa sempat dibantah oleh pihak sekolah. Dugaan pengeroyokan ini sendiri sudah dilaporkan ayah Randa ke Polres Rohul pada Jumat 27 Maret 2015 silam.
Akibat lumpuh, Randa tidak bisa bersekolah lagi. Karena kedua orang tuanya bekerja, dia dijaga oleh neneknya. Air liur bocah ini terus keluar setiap saat. Dengan kondisi itu, Randa juga sempat dikunjungi oleh Anggota Komisi III DPRD Rohul.
Sementara itu Kepala Yayasan Islam Zaidar Yahya Pasirpangaraian, Hamsanah, turut berduka cita atas meninggalnya muridnya tersebut. Selaku penanggungjawab sekolah, dirinya siap mengikuti dan menyerahkan proses hukum berlaku kepada pihak berwajib.
Jenazah Randa sendiri sudah dikebumikan oleh pihak keluarga pada Rabu siang. Bocah malang ini dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Desa Pematang Berangan. [cp]

