Jembatan di Jalan menuju sekolah di Rohil putus total, 2 korban luka

Jembatan di Jalan menuju sekolah di Rohil putus total, 2 korban luka

Jembatan yang berada di Jalan Tuanku Tambusai Bagan Batu yang putus | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Rohil - Hujan deras yang mengguyur sekitar tiga jam yang Bagan Batu sekitarnya pada Senin (27/04/15) malam menyebabkan rusanya beberapa fasilitas publik. Sedikitnya, 2 jembatan rusak akibat gerusan air hujan tersebut, yakni Jembatan di Jalan Lancang Kuning Bagan Batu dan Jembatan di Jalan Tuanku Tambusai Bagan Batu.

Dari informasi yang dihimpun, yang terparah adalah Jembatan penghubung yang berada Jalan Tuanku Tambusai Bagan Batu yang mengalami kerusakan parah hingga putus total sehingga tidak bisa lagi dilalui warga.

Pantauan Beritariau.com di lokasi (28/04/15) diketahui, jembatan yang berada di dekat Sekolah Yayasan Yosef Arnoldi, tepatnya Jalan Tuanku Tambusai itu putus total dengan kondisi tanah yang tergerus air.

Terlihat lobang besar seukuran 3 meter X 6 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter sehingga sangat membahayakan, tampak seorang pelajar SD yang akan bersekolah dibantu diseberangkan oleh warga yang berada di lokasi.

"Saat melihat kondisi jembatan tersebut pagi tadi, Pak Tarigan terperosok ke dalam sehingga mengalami luka-luka di pipi dan mulutnya, kemarin malah suami dan anak saya yang masih TK juga terjatuh di jembatan ini sampai luka-luka," ujar Ibu Limbong, warga setempat ketika ditemui wartawan di lokasi jembatan putus tersebut.

Warga lainnya, Sebayang, juga mengaku miris atas kejadian serta menyesalkan atas putusnya jembatan di jalan utama yang lebih dikenal dengan nama jalan kolam ini, dirinya menduga hal ini karena kontruksinya kurang bagus.

"Jembatan Sungai Siak yang sungainya lebar gitu gak jebol. Sementara disini, cuma sejengkal saja masak bisa jebol malu-maluin saja," ucapnya kesal.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Bagan Batu, Drs Mukhtar Waslin ketika ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa jembatan itu sudah dua kali diperbaiki dengan swadaya masyarakat.

"Kami sudah memperbaikinya, sudah dua kali. Tapi ya, namanya sifatnya sementara mana bisa bertahan," ungkapnya.

Kendati demikian, kata Waslin, pihaknya bekerja sama dengan masyarakat untuk segera memperbaiki jembatan ini.

"Sifatnya daruratlah perbaikannya. Kalau untuk dipermanenkan, saya rasa harus diperbaiki konstruksi lagi. Kalau sudah begini pemerintah daerah lah yang berkompeten menyelesaikannya," pungkasnya. [bim]