Mahasiswa Pelalawan minta DPRD tak jual nama Rakyat

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pelalawan - Puluhan mahasiswa, Kamis (16/04/15) berunjuk rasa ke Kantor DPRD Kabupaten Pelalawan meminta agar para wakil rakyat yang bercokol di gedung itu tak bermewah-mewah dengan mobil barunya dan mengindahkan kepentingan rakyat.
Dipimpin oleh Fahrunnas dan Zuendi, mahasiswa datang dengan membawa spanduk bertuliskan "Jangan Jual Nama Rakyat Untuk Kemewahan Pribadi".
"DPRD dengan fasilitas mobil mewahnya, sementara pemondokan mahasiswa dan bea siswa tak dapat direalisasikan. Blok Kampar, Pembangunan Jalan Lintas Bono dan perjuangan lainnya, tak maksimal di perjuangan. Anggota dewan hanya hidup mewah menjual nama rakyat," ujar Orator demo.
Massa juga menegaskan, pihaknya telah mengambil sikap untuk berseberangan dengan DPRD bahkan Pemerintah Daerah.
"Mahasiswa saat ini dengan tegas berseberangan dengan DPRD dan Pemda. Karena DPRD dan Pemda mengabaikan pemondokan mahasiswa juga bea siswa. Dan DPRD dan Pemda memiliki fasilitas mobil mewah untuk kepentingan pribadi," sebut Zuendri.
Aksi mahasiswa ini, dikawal oleh Personil Polres Pelalawan dan Satpol PP dan diterima oleh anggota DPRD yaitu Eka Putra, Baharuddin, Afrizal, Nazar Arnaz dan Abdullah ini. [ip]

