Selain Pamer Kemewahan, Sekda Riau Pernah Laporkan Aksi Pendemo ke Polisi

Selain Pamer Kemewahan, Sekda Riau Pernah Laporkan Aksi Pendemo ke Polisi

Kolase: Sekdaprov Riau dan aksi demo yang pernah dilaporkannya ke polisi

BeritaRiau.com, Pekanbaru - Aksi pamer kemewahan yang dilakukan oleh keluarga Sekda Provinsi Riau menimbulkan sorotan tajam dari masyarakat.

Namun ada yang lebih menarik lagi, selain kehidupan mewah yang dinikmati keluarganya, Sekda Provinsi Riau itu sebelumnya sempat melaporkan sejumlah massa karena menyampaikan kebebasan pendapat di muka umum.

Sejumlah aksi pendemo sempat dilaporkan dan ditahan oleh pihak kepolisian karena melakukan unjuk rasa usai berorasi adanya dugaan korupsi.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Pria dalam berita yang ditayangkan beberapa waktu lalu, menyampaikan tiga mahasiswa ditangkap atas laporan Sekda Riau SF Harianto, karena pencemaran nama baik.

Massa aksi itu menyampaikan tuntutan sikapnya sambil berorasi, menduga SF Harianto menerima suap 2 Milyar atas pemenangan tender dan pengaturan lelang pekerjaan rekontruksi peningkatan kapasitas struktur jalan di Bagansiapiapi Teluk Piyai Tahun 2022, di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, pada beberapa bulan lalu, (6/10/2022),

Massa membawa spanduk memajang foto Sekretaris Daerah Provinsi Riau, SF Hariyanto dan Kepala Biro (Kabiro) Pengadaan Barang dan Jasa Rahmad Ramadiyanto, serta tulisan "PT Veria Delicipta diduga memberikan suap Rp 2 miliar kepada SF Harianto sebagai Sekdaprov Riau untuk memenangkan tender".

Keesokan harinya para aksi ditangkap oleh polisi, dimintai keterangan, atas pencemaran nama baik.

Tiga mahasiswa, tersebut tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi berinisial TS (19), AY (20) dan MR (20), dijerat pasal 310 KUHP, namun tidak ditahan.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, saat dihubungi terkait hal itu, Senin, (27/03/2023), mengaku tidak mengetahui adanya informasi itu.

"Sementara tdk ada info tsb," mengutip dari pesan Whatsaapnya.

Video aksi laporan dugaan korupsi oleh pendemo itu telah ditayangkan disebuah akun sosmed instagram @galeririau pada Sabtu, (25/03/2023), dan telah mendapat like sebanyak 1.672, 

Publik dibuat heran bercampur tertawa, terkait video aksi unjuk rasa dugaan korupsi sekda Riau. Tiga Mahasiswa ditangkap padahal hanya menduga adanya dugaan korupsi.

"Polisinya cuma oknum ya, ga semua kok, tapi oknumnya banyak," respon akun @denyp*****ik

"Lucu ya, negara demokrasi menyampaikan pendapat, dimuka umum bisa ditetapkan tersangka," balas akun @park_*_s**

"Ya allah cabut nya*a sekda Riau, semoga dia tau rasanya masyarakat menderita," kata @jopyageng***

"Duit pembangunan mesjid kah, uang berbicara," sebut @abdul****

"Dibayar berapa polisinya mereka hanya menyampaikan aspirasi mereka kok malah ditangkap, ga ngerti lgi sama hukum dinegeri ini yang berduit nampaknya yang berkuasa, sedikit aja bikin laporan kekantor polisi, polisi nya langsung menindak lanjuti, coba kalau orang biasa biasa aja pasti laporan lambat ditanganinya," sebut akun @aria****62

"Katanya polisi mengayomi masyarakat tapi kok menerima suap dari sekda," kata akun @raihan_***

"Pak KPK tolong diperiksa polisi yang menerima laporan dan menetapkan tersangka atas mahasiswa," sebut @rian***e

Video itu mendapat 80 komentar unik, beragam, serta sindiran hangat dari publik. (*)