Modus Main Tebak-tebakan, Guru Cabuli Murid di Perpustakaan

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Inhu - Entah setan apa yang merasuki fikiran Adi, seorang guru Sekolah Dasar (SD) di kabupaten Indragiri Hulu. Dia tega memaksa muridnya inisial CT (8), untuk melakukan oral seks di ruang perpustakaan sekolah.
Orang tua korban, JH, yang mendengar pengakuan anaknya, langsung melaporkan pelaku ke Polres setempat. Ia ingin guru olahraga itu ditangkap dan diproses sesuai aturan berlaku.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Jumat (27/2) membenarkan adanya laporan tersebut. "Secara tertulis sudah masuk ke Polda Riau dan penanganannya dilakukan Polres Kabupaten Inhu," katanya.
Sebagai langkah penyelidikan, korban sudah dimintai keterangan oleh penyidik sewaktu membuat laporan. Sementara guru korban akan dipanggil dan ditetapkan sebagai tersangka jika terbukti.
Data di kepolisian menyebutkan, kasus pelecehan seksual ini terungkap sewaktu korban dan keluarganya tengah makan malam, Rabu (25/2). Saat itu, sang ayah menanyakan apa saja yang dilakukan di sekolah.
Dengan polos, bocah perempuan itu menjelaskan, dirinya dipanggil sang guru sewaktu asik bermain dengan temannya. Kemudian, korban diajak guru tadi ke ruang perpustakaan.
Setibanya di dalam perpustakaan, sang guru menutup pintu. Kemudian mata korban ditutup dan diajak gurunya main tebak-tebakkan.
Tak lama kemudian, pelaku melancarkan aksinya dengan memasukkan alat vitalnya ke mulut korban. Sang guru kemudian meminta korban menjawab, apakah yang ada di dalam mulutnya.
"Coba tebak apa ni, tapi jangan digigit ya," ujar guru kepada korban dalam laporan polisinya.
Tak ayal, siswi tersebut terpaksa menerima perlakuan gurunya tanpa diketahui oleh siapapun. Setelah melancarkan aksinya, pelaku meminta korban tak bercerita kepada orang lain. Namun, saat di rumah, sang anak melapor ke orang tuanya.

