Dugaan Korupsi PJOK, PETIR Minta Kejari Serius Periksa Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Pekanbaru

Beritariau.com, Pekanbaru - DPN Ormas Pemuda Tri Karya (PETIR) mendesak dan meminta Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pekanbaru, Martinus Hasibuan SH, MH agar lebih serius dan intens untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Pekanbaru yaitu Multiferi selaku Pejabat Pembuat Komitmen atas dugaan mark up pengadaan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) yang diduga memperkaya kontraktor senilai ratusan juta rupiah. 

Ketua Umum DPN PETIR, mengatakan pihaknya telah melaporkan Kabid Sarpras Disdik Pekanbaru disertai dokumen beberapa minggu yang lalu dan lampirkan pendukung serta bukti petunjuk atas adanya dugaan Tipikor yang dinaungi oleh Disdik kota Pekanbaru itu. 

"Bapak kepala Kejari harus tunjuk penyidik untuk segera memanggil para pejabat yang diduga terlibat. karena Berdasarkan investigasi dalam laporan, kami mendapati adanya dugaan korupsi berupa mark up alias penggelembungan harga sebesar Rp. 800 Juta lebih," kata Jackson, Selasa (6/12/2022), di Pekanbaru. 

Menurut Jackson, paket pekerjaan Pengadaan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Untuk seluruh SD Negeri dengan nilai pekerjaan 
Rp 2.986.844.632 telah menguntungkan pihak rekanan CV Mitra Anugerah. 

Nilai volume pekerjaan yang telah dihitung keseluruhan terdapat kelebihan harga Rp 800 Juta lebih. Padahal nilai tersebut sudah dipotong nilai pajak dan keuntungan wajar rekanan sebesar 15% dari nilai pekerjaan. 

Ironisnya lagi, kata Jackson, pihaknya menghitung per buah CD Pembelajaran seharga Rp 300.000 sebagimana yang diajukan dalam proyek pengadaan itu. Namun tetap saja menunjukkan angka kelebihan bayar yang besar. 

Maka dari, itu Jackson berharap Korps Adhyaksa Kejari Pekanbaru itu agar segera melakukan penyelidikan terhadap pihak terkait. Karena anggaran tersebut ialah untuk Pendidikan, bukan untuk kepentingan oknum. 

"Kami percaya di tangan bapak Kejari Kota Pekanbaru kasus ini akan segera diungkap. Kalau memang ada pelaporan sebelumnya dengan laporan yang sama, jangan jadikan alasan tertentu untuk menjegal laporan PETIR atau untuk menjaga "kepentingan" Karena kedekatan emosional dengan pejabat tertentu. saya rasa pihak Kejaksaan bisa antar audit ke BPKP dan segera limpahkan ke pengadilan. atau opsi lainnya, menurut perintah jaksa agung, tanpa audit dari badan pemeriksa keuangan berdasarkan adanya minimal 2 alat bukti yang sah kejaksaan bisa menetapkan tersangka". Katanya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Intelijen Kejari Pekanbaru, Lasargi Marel, SH, MH mengatakan pihaknya tengah melakukan telaah atas laporan tersebut. 

Marel belum bisa memastikan, namun Ia memperkirakan dugaan korupsi PJOK Disidik Pekanbaru ini sudah pernah dilaporkan sebelumnya. 

"Kalau ga salah ini juga sudah pernah dilaporkan dan sudah kami tindak lanjut, nanti kami akan balas surat pelapor," ucap Marel. 

Diberitakan sebelumnya, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ormas Pemuda Tri Karya melaporkan dugaan korupsi paket Pengadaan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Untuk seluruh SD Negeri yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru ke Kejari Pekanbaru, Rabu (30/11/2022). 

Dalam laporan resminya, proyek tersebut dimenangkan oleh CV. Mitra Anugerah dengan nilai pekerjaan Rp. 2.986.844.632 yang bersumber dari anggaran APBD Kota Pekanbaru tahun 2021.

Paket pekerjaan tersebut, dikerjakan semasa kepemimpinan Ismardi Ilyas selaku Kadisdik Kota Pekanbaru dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Multiferi ST yang hingga kini menjabat sebagai Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan kota pekanbaru. 

Menurut Jackson, baik perencanaan maupun pelaksanaan proyek tersebut sangat kuat sarat akan dugaan tindak pidana korupsi karena 
Dari dokumen Bil of Quantity atau RAB terlihat nama barang yang harus dibeli dinilai sangat menguntungkan pihak rekanan atau kontraktor. (*)