Warung tempat mesum marak di Rohul, Roy: Duit Belum Cair..

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Rohul - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Roy Roberto mengaku belum menertibkan warung remang-remang yang disinyalir sebagai modus warung esek-esek tempat mesum, akibat belum cairnya dana operasional.
"Apa kendalanya semua bisa disapu. Namun, sekarang ini memang belum ada dana," kata Roy Roberto, Jumat (06/02/15).
Menurutnya, untuk bergerak memberantas seluruh tempat maksiat melalui operasi Penyakit Masyarakat atau Pekat, Satpol PP Rohul memerlukan dana operasional untuk bergerak.
"Yang mendesak itu beli bahan bakar untuk kendaraan dan puding anggota. Kalau itu tak ada (dana), mana bisa beroperasi," jelasnya.
Saat ada dana operasional, lanjut Roy, pihaknya segera melakukan penetapan target dan dana yang diperlukan melalui rapat penetapan. Setelahnya, mereka akan mengirim surat tembusan ke Polres Rohul, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian.
"Kalau dana belum cair ya tunggu saja," tandas Roy.
Perlu diketahui, warung esek-esek makin menjamur akhir-akhir ini. Terutama di sekitaran aliran irigasi Kilometer 6, Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah.
Pasalnya, saat Pemkab Rohul sedang gencar mencanangkan berbagai program keagamaan, justru tempat maksiat juga gencar berdiri. Malah, bisnis yang sudah mengarah praktek prostitusi itu seperti terkesan dibiarkan.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Satpol PP dan Polres Rohul juga gencar menggelar Operasi Pekat. Namun, sejak awal tahun ini, belum ada satu pun aksi yang dilakukan untuk memberantas bisnis maksiat yang sudah sangat meresahkan kalangan ibu-ibu rumah tangga tersebut. [cp]

