Warga Rohul Lestarikan Tanaman Hias Kantong Semar

Warga Rohul Lestarikan Tanaman Hias Kantong Semar

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Rohul - Bagi orang yang hobi bunga dan tanaman hias, nama kantong semar sudah tidak asing lagi. Tanaman yang punya bunga seperti kantong ini awalnya banyak tumbuh di kawasan hutan, namun kini sudah dibudidayakan, karena harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Salah satu penghobi kantong semar Multazam di Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengakui spesies yang awalnya dianggap sampah, kini mulai dikenal dan disukai warga Rohul. Banyak warga sudah tahu, bahwa harga tanaman hias ini mahal. Mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta untuk spesies langka.

Multazam mengakui sebenarnya banyak spesies kantong semar di Rohul, namun baru 8 spesies ditemukan di Rohul, seperti gracilis, reindwardtiana, ampullaria, albomarginata, longifolia, mirabilis, beccariana, dan sumaterana. Di pulau Sumatera sendiri ditemukan sekitar 29 persen spesies, namun masih kalah spesies dari Kalimantan.

"Sebenarnya masih banyak lagi hybrid alami, yakni hasil silangan alami. Namun masih banyak yang belum teridentifikasi," kata pria pemilik Yagiza Nursery, Kamis (29/01/15).

Kantong semar, jelas Multazam, sudah booming di berbagai negara, seperti Belanda, Thailand, Malaysia, Australia, Jepang, Amerika Serikat, Brazil, Taiwan, Inggris, dan negara Eropa lainnya.

"Anehnya, tanaman hias yang sudah jadi ikon di Indonesia dengan spesies sekitar 70 jenis itu, masih dianggap sampah oleh banyak orang," jelas Multazam didampingi istrinya Elisnuraini.

Pria ini mengklaim, tempat budidaya kantong semar miliknya merupakan lokasi terbesar di pulau Sumatera untuk saat ini. Setiap bulan, diakui dirinya, Yagiza Nursery selalu dikunjungi oleh tamu-tamu penting Pemkab Rohul, terutama tamu Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Rohul.

Perwakilan dari Kemenhut juga pernah mampir di Yagiza Nursery ini, termasuk perwakilan dari BKSDA Pusat, BKSDA Riau, Dinas Pertanian Riau, Dishut Riau, tamu dari Malaysia, Singapura, Jerman, dan sejumlah tamu dari negara lain.

Sebagai tanaman yang dilindungi, banyak mahasiswa luar negeri yang justru tertarik membuat disertasi program doktor, seperti dilakukan Charles Clarke mahasiswa asal Australia. Anehnya, belum terdengar ada mahasiswa Indonesia tertarik dengan tanaman kantong semar ini. [cp]

Tags :# hukum