Cukup meyakinkan saat menelpon Jurnalis

Ngaku Pejabat Polda, Mafia Kasus minta nomor Bos SPBU di Kubang

Ngaku Pejabat Polda, Mafia Kasus minta nomor Bos SPBU di Kubang

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Seorang penelpon gelap yang mengaku sebagai AKBP Fadillah Zulkarnaen Kasubdit IV Dit Reskrimsus Polda Riau, muncul ditengah permasalahan penyelewengan BBM yang melibatkan SPBU dikawasan Kubang Raya. Penelpon itu meminta nomor handphone (HP) pemilik SPBU kepada salah satu Jurnalis di Riau yang berposko di Mapolda. Kuat dugaan, ia adalah mafia kasus.

Usai mendapat telpon, Jurnalis itu langsung menelpon AKBP Fadillah Zulkarnaen ke nomor seluler yang biasa dipakainya saat menjawab konfirmasi wartawan. Hasilnya, Fadillah membantah bahwa dirinya pernah meminta nomor pemilik SPBU yang kini disegel polisi.

"Tidak ada mas, itu penipuan. Mohon diberitahu kepada kawan-kawan lain agar jangan mudah terpancing dengan orang seperti itu," ujar Fadillah saat dihubungi wartawan untuk memastikan.

Malah, si penelpon gelap yang memiliki nomor 08123261794* itu, tak hanya menjual nama seorang Kasubdit IV, tapi juga mencatut nama Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Riau, Kombes Yohanes Widodo, agar usahanya mendapatkan nomor pemilik SPBU terkesan meyakinkan.

"Iya penelpon gelap itu tadi nelpon saya, minta nomor Kasubdit. Ngakunya suruhan dari Kasubdit dan Dir Reskrimsus. Jadi berhubung saya dan wartawan lain kenal dengan Kasubdit, makanya dipastikan, rupanya kata Kasubdit membantah," tutur Sani, seorang wartawan di Riau yang dihubungi penelpon tersebut.

Adapun dari percakapan baik sms dan telepon, sambung Sani, dari gaya bahasanya, penelpon itu terkesan tak canggung dan meyakinkan. "Pak, saya AKBP Fadillah Zulkarnaen, minta no hp pemilik SPBU Kubang yang kita tangkap kemarin itu ya, saya ada keperluan," tirunya.

"Beberapa lama, orang itu nelpon dan berkata belum ada masuk sms mas, tolong ya di smskan no HP bu Yanti, penanggung jawab SPBU itu, atau pemiliknya, saya dapat perintah dari Kombes Yohanes Widodo, Pak Direktur Krimsus," kata si penelpon gelap mencoba meyakinkan.

Karena curiga dengan logat dan mimik bahasa si penelpon, Sani kemudian memastikan kepada AKBP Fadillah. Disinilah terungkap, ternyata itu hanya akal-akalan pelaku yang diduga ingin bermain didalam kasus penyelewengan BBM tersebut.

"Makanya, saya kirim lah nomor pak Fadillah yang asli, bukan nomor pemilik SPBU, karena memang saya ngak punya nomor ibu itu. Maksudnya biar si penelpon berhubungan langsung dengan si pemilik nama yang dicatutnya," candanya.

Sebelumnya diberitakan, SPBU nomor 14.284.6111 dikawasan Kubang kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar, di segel Ditreskrimsus Polda Riau.

Hal itu dilakukan setelah kepolisian mengungkap kasus penyelundupan sekitar 950 liter solar subsidi, Selasa (06/01/15) lalu. BBM itu informasinya dibawa ke gudang penampungan diwilayah Palas dan selanjutnya dijual kesejumlah industri. [Pan]

Tags :# hukum