Yulia, si terdakwa Pembunuh bayi Jeanette lahirkan putra pertama
Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Yulia alias Dona (20), terdakwa kasus pembunuhan bayi Jeanette, melahirkan seorang anak laki-laki, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Rabu (31/12/14) lalu. Kini, ia bersama bayinya masih menadapatkan perawatan medis dibawah pengawasan aparat Polresta Pekanbaru.
Suami terdakwa, Saparudin (22) mengaku bahagia meski status istrinya sebagai tersangka pembunuhan seorang Bayi. Pria yang bekerja sebagai cleaning service di Mapolresta Pekanbaru itu merasa lega atas apa yang dikhawatirkannya selama ini.
Saparudin kini tinggal di ruang Buser Sat Reskrim Polresta Pekanbaru, dia berjanji akan sepenuh hati membesarkan anak kandungnya itu, karena bayi itu akan ditinggal ibunya yang akan menjalani masa hukuman penjara.
"Alhamdulillah. Saya sangat bahagia. Saya akan membesarkannya sepenuh hati. Saya ingin dia sukses dan akan saya usahakan agar ia sekolah setinggi-tingginya. Walaupun orang mencibirnya, anak seorang pembunuh," katanya di Mapolresta Pekanbaru, Jumat (02/01/15).
Meski istrinya Yulia belum dijatuhi vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, namun Saparudin menyerahkan semunya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan pihak penegak hukum. Ia yakin, istrinya mampu menghadapi ujian itu.
"Saya bisa merasakan bagaimana perasaan orang tua korban (Bayi Jeanete) saat kehilangan anaknya. Namun, biarkanlah istri saya mempertanggung-jawabkan perbuatannya," kata Saparudin.
Saparudin menetap dan bekerja di Mapolresta Pekanbaru sejak menjenguk istrinya, saat baru ditangkap, sekitar empat bulan silam. Tanpa bepikir panjang, Saparudin langsung berangkat ke Pekanbaru.
Saparudin memutuskan untuk tinggal di Pekanbaru karena Yuli mengatakan bahwa dirinya sedang hamil lima bulan, dan langsung mengambil keputusan untuk bekerja Pekanbaru agar dapat mengontrol istrinya.
"Alhamdulillah, saat itu Pak AKP Herman Pelani sebagai Kanit Buser menawarkan saya kerja untuk bersih-bersih di ruangannya. Saya juga diberikan kesempatan untuk tinggal disitu. Meski istri saya pembunuh, saya tidak pernah disudutkan polisi di sini. Mereka semua baik kepada saya," pungkasnya. [Pan]

