Padamkan Api, Satgas Asap Lebaran di Hutan

Padamkan Api, Satgas Asap Lebaran di Hutan

Personil Satgas Penanganan Karhutla Berjuang Memadamkan Api di Hutan | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Peringatan Hari Raya Idul Fitri 1435 H ternyata tidak serta merta menurunkan hotspot (titik panas) dan api di Riau. Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua pada Selasa (29/07/2014), hotspot di Riau terdeteksi 143 titik. Ini membuat Tim Satgas penanggulangan asap melaksanakan lebaran di hutan yang terbakar.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Sutopo Purwo Nugroho kepada merdeka.com mengatakan, distribusi hotspot di Riau terbanyak berasal dari kabupaten Rohil 46 titik.

Sementara di kabupaten Bengkalis terdapat 24 titik, kotamadya Dumai 35, kabupaten Inhil 6 titik, kabupaten Inhu 3 titik, kabupaten Kampar 2 titik, kabupaten Kuansing 7 titik dan kabupaten Pelalawan 10 titik.

"Sementara jarak pandang di Dumai hanya 2 km dan Pelalawan 4 km, ini tergolong pendek karena tertutup asap. Di Pekanbaru jarak pandang 6 km dan di Rengat 6 km," kata Sutopo.

Menurut Sutopo, Kepala BNPB Syamsul Maarif, telah memerintahkan untuk mengerahkan 100 personil TNI AD, 100 personil TNI AU dan 500 personil Polri memadamkan titik api di darat.

"Ratusan personil Manggala Agni, BPBD dan relawan ikut memadamkan api. Namun demikian pembakaran yang dilakukan oleh oknum individu dan kelompok masih lebih intensif sehingga hotspot makin banyak," terang Sutopo.

Kemarin, lanjut Sutopo, setelah selesai merayakan lebaran, aparat dari Brimob Polda Riau, Polres dan Manggala Agni melakukan pemadaman di beberapa titik. Bahkan water canon Polres Inhil digunakan untuk memadamkan api karena terbatasnya air untuk memadamkan.

"Kabut asap telah menutupi wilayah Dumai sehingga jarak pandang 2 km pada pagi hari tadi," ujar Sutopo.

Sutopo menambahkan satgas darat melaporkan adanya 848 hektare lahan yang terbakar. Di lapangan luas wilayah yang terbakar lebih luas karena banyak daerah terbakar yang jauh dari aksesibilitas sehingga tidak terhitung luasnya. Satgas udara masih terus mengoperasikan water bombing dan modifikasi cuaca.

"Gubernur, Bupati dan Walikota diminta intensif memimpin pengendalian karhutla di wilayahnya. Pencegahan lebih efektif jika dibandingkan dengan pemadaman, apalagi jika lahan yang terbakar adalah gambut," pungkas Sutopo. [pan]

Tags :# hukum