Musda XIII KNPI Riau digelar tanpa dana Pemda, OKP: Ada permainan

Musda XIII KNPI Riau digelar tanpa dana Pemda, OKP: Ada permainan

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Kisruh kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau yang berujung kepada Laporan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Polda Riau, mengakibatkan acara Musyawarah Daerah (Musda) KNPI XIII yang digelar di Grand Central Hotel, Minggu (28/12/14), tak bisa memakai anggaran APBD Riau.

"KNPI punya dana anggaran 1,6 Milyar di APBD. Cuma karena masalah ini, kita tak bisa cairkan. Jadi panitia berinisiatif sendiri," ungkap Ketua Panitia Musda KNPI XIII Riau, Suhardiman Amby saat sambutan dalam pembukaan yang juga turut dihadiri Plt Gubernur Riau Arsyajuliandi Rachman.

Terkait Kisruh dengan Toni Werdiansyah ini, Ketua DPD KNPI Caretaker Johnson Silitonga menyatakan akan segera menyelesaikan urusan laporan pidana tersebut usai Musda. "Nanti kita selesaikan setelah Musda," kata Johnson dalam sambutannya.

Seperti diketahui, Pasca diciduknya Faisal Aswan, Ketua KNPI Riau Terpilih Hasil Musda XII di Bengkalis beberapa tahun lalu, terjadi kekosongan Jabatan. Melalui sidang Pleno KNPI Riau, Pengurus menunjuk Toni untuk sementara menjalankan tugas-tugas Ketua sebelum digelar sidang Pleno lanjutan.

Beberapa waktu berselang, Toni tetap menjalankan tugas Ketua KNPI bahkan telah melaksanakan sejumlah program yang menggunakan dana KNPI. Akibat tindakan itu, sejumlah pihak pun protes. DPP KNPI pun menunjuk DPP KNPI melalui Koordinator Wilayah Riau, Johnson Silitonga.

Polemik pun memanas hingga akhirnya Johnson melaporkan Toni dan sejumlah pengurus lainnya ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau atas dugaan tindak pidana korupsi dalam kaitan menandatangani dokumen pencairan anggaran dimana yang seharusnya dilakukan oleh Faisal Aswan.

Sejauh ini, penyidik Polda Riau telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan termasuk saksi ahli.

Sementara itu, informasi yang dirangkum, pelaksanaan Musda KNPI XIII Riau kali ini berlangsung semrawut. Sejumlah Organisasi Kemasyarakat Pemuda (OKP) yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta tak dapat undangan.

"Ini panitia bermain-main nampaknya. Sejak jauh hari kami sudah mendaftar. Nomor HP dan alamat kami lengkap. Tapi undangan malah diserahkan kepada orang lain. Kita paham ini mau dikondisikan, tapi KNPI jangan coba pecah belah internal OKP," kata Roy, utusan dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Riau.

Dikatakan Roy, tak hanya dirinya, beberapa OKP lain juga mengeluhkan hal yang sama pada dirinya. Anehnya, hal tersebut tak terjadi pada OKP yang lain. Bahkan, ada yang sudah mendapatkan kamar di Hotel Grand Central. [Pan]

Tags :# politik