Pelaku Pencabulan Anaknya Tak Kunjung Ditangkap, Ibu di Pekanbaru Ini Buat Sayembara

Pelaku Pencabulan Anaknya Tak Kunjung Ditangkap, Ibu di Pekanbaru Ini Buat Sayembara

Ibu korban pencabulan di Pekanbaru ini buat sayembara bagi siapa saja yang bisa menangkap pelaku akan diberikan imbalan

Beritariau.com, Pekanbaru - Pelaku pencabulan terhadap anaknya tak kunjung ditangkap, ibu di Pekanbaru ini akhirnya membuat sayembara bagi siapa saja yang bisa menangkap pelaku dan akan diberikan imbalan.

Hingga kini, LM (39) Warga Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, harus nenelan pil pahit hidup karena peristiwa yang dialami pada anaknya yang masih di bawah umur saat ini tengah depresi berat. 

Seperti diketahui kalau anak sulung kesayangannya itu menjadi korban pencabulan hingga saat ini tengah mengandung karena telah dicabuli oleh tetangganya sendiri berinisial S (17).

Dia menceritakan, anaknya CA (15) yang saat ini sedang duduk di bangku SMP, tengah hamil 2 bulan dan mengurung diri di kamarnya karena trauma berat yang dialaminya. 

"Sudah 2 bulan anakku mengurung diri di kamarnya, gak pernah mau ngomong, makan pun gak mau, kadang kami bujuklah biar dia mau ngomong," katanya kepada beritariau, Selasa (05/07/2022).

Namun yang membuatnya semakin sedih adalah perilaku anaknya yang mulai berubah, jadi pendiam, dan sering bermenung diri.

Kepada orang tuanya, CA mengaku kalau pelaku sering datang mengendap-ngendap dengan niat melakukan pencabulan.

Saat melakukan aksinya, pelaku sering mengancam korban agar mau dicabuli, korban juga sering mendapat kekerasan oleh pelaku ketika keluarganya tidak di rumah. 

Pelaku juga mengancam akan meracuni korban dan keluarganya, agar permintaan cabulnya dituruti, perlakuan itu kerap kali dilakukan pelaku ketika ada kesempatan.

Usai terbongkarnya kasus tersebut, pelaku telah kabur, pihaknya pun telah membuat laporan kepada aparat berwajib terhadap kasus pencabulan yang dialami anaknya, namun hingga saat ini, ia belum mendapat kabar yang membuatnya dapat menghirup udara segar dari tempat ia melapor.

"Aku udah lapor ke Polsek Tenayan Raya 22 mei lalu, berharap pelaku segera ditangkap, kami sering datang ke sana untuk menanyakan laporan kami, tapi mereka terlihat cuek," ungkapnya.

Merasa belum ada jawaban yang diharapkan, ia menyebarkan sayembara foto pelaku dengan menempelkannya di dinding dan tiang yang berada pinggir jalan dengan tulisan "Sayembara Rp. 300.000, siapa melihat pelaku pencabulan bernama Sahat di foto ini, bagi siapa yang menemukan pelaku harap hubungi ke no hp 082288931660, atau 081299208285."

Dia juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan keadilan bagi orang susah yang tidak memiliki apa-apa, sehingga hal itu mempengaruhi laporannya. 

Ia juga menyerukan nama Bapak Kapolri, Irjen Sulistio, berharap agar mendapat keadilan kepada masyarakat lemah.

"Saya sengaja melakukan sayembara ini, karena saya kecewa, terhadap pelaku pencabulan anak saya belum ditangkap juga oleh pihak polisi, maka saya melakukan sayembara ini, siapa yang menangkap pelaku ini maka akan kami berikan Rp 300.000, bapak Kapolri tolong bantu kami, bapak Jendral Sulistio, tolong kami segera tangkap pelakunya, kami masyarakat lemah ingin mendapat keadilan," ungkapnya sambil menangis.

Tak cuma itu, keluarga korban juga mengaku, kerap kali dapat pesan mesengger dari pelaku berisi kata-kata berupa ancaman pembunuhan kepada korban, karena tidak senang dilaporkan.

Sementara itu, Kapolsek Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Kompol Manapar Situmeang, saat dikonfirmasi dengan nomor surat laporan korban 22 Mei, STPL/235/V/2022/Riau/Polresta PKU/Sektor Tenayan Raya, pihaknya mengatakan, S (17) sudah ditetapkan sebagai tersangka dan baru-baru ini pelaku ditetapkan sebagai (daftar pencarian orang) DPO, dan mengatakan sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Sudah proses sidik, sudah ditetapkan sebagai DPO, saat ini masih dalam pengejaran, anggota kami sudah diluar kota" tutupnya. (*)