Kadis Ketapang Jadi Narasumber di Pekanbaru Raya Fair dan Expo 2022

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Alex Kurniawan, menjelaskan inovasi Ketahanan  Pangan di Dinas yang dipimpinan nya saat menjadi Narasumber di Talkshow Pekanbaru Raya Fair dan Expo 2022 di Mal Living World Pekanbaru, Jumat (17/6/2022) siang
Beritariau.com, Pekanbaru - Beragam inovasi pelayanan publik dilahirkan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru. Inovasi tercipta dan terintegrasi dari hulu ke hilir.
Hal ini terungkap saat Kepala Dinas (Kadis) Ketapang, Alex Kurniawan, menjadi narasumber dalam acara talkshow di pagelaran Pekanbaru Raya Fair and Expo 2022, di atrium utama Mal Living World Pekanbaru, Jumat (17/6/2022) siang.
Acara ini bersempena dengan HUT Kota Pekanbaru ke-238. Talkshow ini juga disiarkan secara langsung oleh RRI Pekanbaru, dipandu oleh host Vinno Yatta.
Dalam Talkshow Alex menjelaskan bahwa inovasi yang dilahirkan oleh Disketapang adalah sebagai bagian dari upaya menjalankan roda organisasi secara efektif dan efisien agar hasilnya terukur dan terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Dan yang terpenting inovasi tidak melulu bicara tentang pemanfaatan IT semata. Kita mencoba bekerja dengan inovasi yang terukur," kata Alex.
Alex memulai pembicaraan dari penerbitan Grand Master Plan Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru yang telah dirilis Tahun 2020 lalu.
Master Plan Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, diharapkan sebagai dokumen perencanaan dalam upaya peningkatan ketahanan pangan yang memadukan program dan kegiatan berbasis pertanian menjadi suatu kesatuan yang utuh.

Baik dalam sistem kemasyarakatan, perspektif sistem maupun kewilayahan dengan penentuan skala prioritas di tengah terbatasnya pendanaan dana pemerintah dalam APBD.
“Di tengah keterbatasan pendanaan Pemerintah, tentu kita perlu skala prioritas dengan hitung hitungan yang memadai. Nah, disinilah posisi strategis grand masterplan ini," ucapnya.
Dia menamai inovasi ini berbasis pemanfaatan teknologi informasi Sistem Manajemen Informasi Ketahanan Pangan (siTANGAN) yang dirilis pada tahun 2021.
Menurutnya, siTANGAN merupakan rumah data virtual ketahanan pangan yang mampu menghasilkan informasi digital yang berkualitas, akurat, tepat waktu, relevan dan lengkap di bidang ketahanan pangan
Lalu ada Aplikasi Digital FSVA (siDIVA) yang baru dilauncing awal tahun 2022 ini. siDIVA terangnya lagi, bermanfaat dalam mengidentifikasi kondisi ketahanan dan kerentanan pangan yang ada di Kota Pekanbaru.
"Ketahana ini dituangkan dalam bentuk peta tematik/ visualisasi wilayah rentan, rawan dan aman ketahanan pangan tingkat kelurahan se Kota Pekanbaru," paparnya.
Sebagai upaya dalam publikasi informasi bagi seluruh stakeholder, pihaknya juga mengemas tajuk Disketapang Berkabar yang mulai diorganisir sejak awal tahun 2021 silam.
Alek menyebutkan urgensi dari program ini agar tersosialisasikannya publikasi dan komunikasi yang memadai, tepat dan terpadu terhadap informasi publik dalam program program strategis di Lingkungan Dinas Ketahanan Pangan kota Pekanbaru.

Bahkan netizen yang menjadi follower Disketapang diberi nama khusus dalam tagar #SobatPanganPKU.
Dibidang penyediaan data yang akurat juga diadakan kegiatan Survei Konsumsi Pangan dan Pola Pangan Harapan Kota Pekanbaru.
Kegiatan diperkenalkan sejak 2021 dengan harapan agar diperolehnya informasi tingkat dan mutu konsumsi pangan penduduk Kota Pekanbaru dalam rangka menghasilkan rekomendasi rekomendasi kepada stakeholder terkait untuk peningkatan Kesehatan dan kualitas Sumber Daya Manusia Penduduk Kota Pekanbaru.
Untuk mengukur IKP Kelurahan se Kota Pekanbaru, Disketapang juga menjalankan kegiatan Penyediaan Data Primer Kelurahan dan Data Indeks Ketahanan Pangan tingkat Kelurahan se Kota Pekanbaru yang juga mulai dilaksanakan sejak tahun 2021.
Alek menuturkan, data yang didapatkan di lapangan dijadikan sebagai kompilasi produk administrasi instansi terkait indikator ketahanan dan kerentanan pangan tingkat kelurahan se Kota Pekanbaru yang dapat digunakan sebagai acuan semua pihak dalam mengambil keputusan strategis sesuai tugas, pokok dan fungsi masing masing.
Sementara di hilir, ada program Pekan Pangan Madani (PPM) yang telah launcing pada Desember tahun 2020.
PPM sendiri adalah tempat berjualan yang disediakan dinas sebanyak 2 kali dalam sepekan dengan membawa produk produk petani dan pelaku usaha pangan ke tempat strategis.
Diharapkan akan mampu menjadi media promosi (marketing) agar produk produk petani lebih dikenal lagi dengan harapan akan terjadi peningkatan ekonomi dari kelompok kelompok yang tergabung di kegiatan Pekan Pangan Madani (PPM).
"Kegiatan itu dilaksanakan hari Senin di Komplek Perkantoran Bandar Raya Tenayan dan Hari Kamisnya di Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru," terangnya.
Inovasi unggulan lainnya yakni Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi (siCANTIG) yang penuntasan dokumen grand masterplannya sudah diterbitkan pada Agustus 2020.
Output dari kegiatan ini adalah tersedianya Kawasan Agrowisata yang memiliki semangat Edukasi (Pembelajaran replika pertanian dari hulu ke hilir) dan Entertainment (Wisata Alam yang menghibur)
Selain PPM juga ada outlet Pemasaran Usaha Pangan Bersama Secara Lestari (Puan Berseri) yang diluncurkan pada tahun 2017 lalu.
"Puan Berseri itu tempat berjualan/kios/toko pangan segar dan olahan dari kelompok binaan dinas," katanya.

Tujuan dibuatnya Puan Berseri yakni, agar terciptanya kebijakan pemerintah sebagai agen perubahan yang pro Petani yang diharapkan melahirkan manfaat yang berwujud (tangible benefit) berupa peningkatan pendapatan para petani dan tidak berwujud (intangible benefit) berupa jaminan stabilitas harga dan kemudahan akses yang sifatnya jangka panjang.
Dan khusus bagi kaum ibu ibu, Disketapang juga menyediakan informasi harga pangan strategis yang sudah dimasifkan kemasyarakat Pekanbaru sejak Juli 2020.
Alek menyebutkan, penyediaan informasi harga pangan yang dilakukan secara terus menerus setiap harinya di media sosial Disketapang Pekanbaru adalah dalam rangka menyebarluaskan akses kepada seluruh stakholder terkait sebagai bahan input dan kebijakan lanjutan.
Sehingga kata dia, dapat mengurangi tingkat disparitas harga yang terlalu tinggi terhadap komoditas komoditas pangan strategis yang memiliki boto dan kontibusi inflasi yang tinggi di Kota Pekanbaru.
Lalu di bidang pemberdayaan masyarakat, Alek memperkenalkan kegiatan Optimalisasi Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Bantuan pada P2L ini difokuskan untuk pemberdayaan kelompok masyarakat dalam pengembangan rumah bibit, demplot, dan pekarangan keluarga.
"Dulu kegiatan ini dinamakan dengan istilah Kawasan Rumah Pangan Lestari yang telah ditaja sejak tahun 2012 dan konsisten dilaksanakan secara berkelanjutan sampai saat ini," ucapnya.
Kegiatan Pemberdayaan masyarakat lainnya, Disketapang bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Pekanbaru dalam Optimalisasi Kegiatan Kawasan Mandiri Pangan (KAMAPAN) yang telah ditaja sejak tahun 2012 sampai sekarang.
Kegiatan ini berupa stimulus bantuan pertanian kepada Kelompok Tani yang bertujuan untuk; meningkatkan budidaya dan pengolahan hasil pertanian dari hulu ke hilir, meningkatkan nilai tambah produk komoditas unggulan, meningkatkan pemberdayaan masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan petani serta membentuk lembaga usaha yang berbadan hukum sehingga dapat tersentuh stimulus dari berbagai stakeholder karena kelembagaannya juga terdaftar di Simluhtan Kementerian Pertanian RI.
“Alhamdulilah, berkat semua yang kita usahakan tersebut beserta kontribusi dari seluruh stakeholder di kota ini, pada awal 2022 ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil bertengger sebagai IKP tertinggi kedua di tingkat Nasional," terangnya.
Alek mengakui keberadaan Kota Pekanbaru sebagai Ibukota Provinsi yang bukan daerah sentra produksi. Untuk itu dirinya ingin memastikan distribusi pangan lancar, mudah dijangkau masyarakat, dengan kuantitas dan kualitas yang terjamin, berusaha juga secara mandiri melakukan optimalisasi produksi dengan pemanfaatan lahan potensi lahan yang tersedia melalui intensifikasi dan teknologi dapat terakomodir dalam setiap inovasi yang dilahirkan oleh Disketapang.
Dan yang terpenting menurut dia, hal hal strategis ini akan diusulkan dalam muatan Ranperda atas rencana hadirnya Ranperda Ketahanan Pangan inisiatif DPRD Pekanbaru.
Diberitakan sebelumnya bahwa Disketapang telah menggelar rapat koordinasi sebagai bentuk respon atas rencana hadirnya Ranperda Ketahanan Pangan pada Rabu (8/6/2022) yang lalu.
“Ini adalah peluang emas bagi Disketapang untuk mengumpulkan usulan usulan strategis yang memadai termasuk di dalamnya inovasi inovasi tadi guna pembangunan ketahanan pangan yang berkelanjutan di kota bertuah lewat dokumen regulasi sekelas Perda," pungkasnya. (*)

