Disketapang Pekanbaru Kampanyekan Sahur dan Berbuka dengan Penerapan B2SA

Disketapang Pekanbaru Kampanyekan Sahur dan Berbuka dengan Penerapan B2SA

Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, merealisasikan program Sajian Paket Ramadan Berkah Ketahanan Pangan (Sajadah Ketapang) yang digaungkan oleh Kepala Dinas, Alex Kurniawan, melalui saluran Youtube.

Beritariau.com, Pekanbaru - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, merealisasikan program Sajian Paket Ramadan Berkah Ketahanan Pangan (Sajadah Ketapang) yang digaungkan oleh Kepala Dinas, Alex Kurniawan, beberapa waktu yang lalu.

Program Sajadah Ketapang, dikampanyekan oleh tim dan fokus pada pola berbuka/sahur dengan penerapan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang dikemas dalam video menarik.

Adapun video ini diputar setiap harinya selama Bulan Ramadan selama satu jam menjelang berbuka puasa yang diakses melalui saluran media sosial Dinas Disketapang Pekanbaru seperti facebook, Instagram dan You Tube.

Kepala Disketapang Pekanbaru, Alex Kurniawan, di temui di ruang kerjanya Senin (11/4/22) mengatakan, gerakan B2SA adalah salah satu bentuk kampanye kesadaran agar masyarakat dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Disketapang sengaja memanfaatkan momentum Ramadan ini dengan memviralkan konsep pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).

Sehingga kata dia, dapat memenuhi kebutuhan gizi seimbang serta dapat memanfaatkan pangan sumberdaya lokal.

“Waktu berbuka dan sahur merupakan kesempatan para umat muslim untuk menyantap berbagai jenis makanan, makanya Disketapang hadir mengkampanyekan ajakan pola B2SA tadi," ucapnya.

Menahan rasa lapar dan haus saat berpuasa, kata dia, bukanlah perkara yang mudah. Sebab, saat waktu berbuka tiba, tanpa sadar kita seringkali memakan makanan yang terlalu banyak mengandung lemak dan gula.

"Pola ini tentunya tidak baik untuk tubuh. Makanya pola konsumsi yang baik itu adalah B2SA dan sangat dianjurkan di bulan ramadan ini," ungkapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan B2SA disini adalah;

- Beragam artinya pangan yang dikonsumsi berbagai macam, baik hewani maupun nabati, baik sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Setiap jenis/kelompok pangan mempunyai kelebihan atau kekurangan nutrisi/gizi tertentu, sehingga dengan mengkonsumsi pangan yang beragam maka nutrisi/gizi dari berbagai pangan saling menutupi sesuai dengan kebutuhan tubuh kita.

- Bergizi artinya pangan yang dikonsumsi harus mengandung gizi. Gizi adalah unsur yang ada dalam makanan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh tubuh. Manfaat itu antara lain memelihara tubuh serta mengganti jaringan tubuh yang rusak, memproduksi energi, mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral serta cairan tubuh lainnya , sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.

- Berimbang artinya pangan yang dikonsumsi harus seimbang dari berbagai jenis/kelompok pangan serta sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang disesuaikan pada umur, jenis kelamin, aktivitas, ukuran tubuh dan keadaan fisiologi. Seimbang disini maksudnya contohnya Seimbang jumlah antar kelompok pangan (pangan pokok, lauk pauk, sayur dan buah).

- Aman artinya Pangan yang dikonsumsi bebas dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat menganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.

Dalam mengkampanyekan program ini, semua anggota organisasi di Disketapang, dilibatkan menjadi model dan mempraktikkan beberapa menu B2SA serta cara membuatnya dan juga disuguhkan dengan informasi harga pangan strategis di beberapa pasar.

“Mudah-mudahan tips sederhana B2SA ini dapat bermanfaat bagi umat muslim yang sedang menjalankan puasa ramadan. Pantau terus saluran media sosial Disketapang Pekanbaru di di Facebook, Instagram serta Youtube," pungkasnya. (*)