Teliti Ketahanan Pangan, Akademisi UNDIP Semarang Kunjungi Disketapang Pekanbaru

Disketapang Kota Pekanbaru menerima kunjungan dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang di Ruang Rapat Disketapang Pekanbaru, Lantai 1 Gedung B5 Komplek Pemerintah Kota Pekanbaru Bandar Raya Tenayan, Jumat (1/4/2022) pagi.
Beritariau.com, Pekanbaru - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, kedatangan 3 orang tamu dari akademisi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Jumat (1/4/2022) pagi.
Kunjungan ini diketuai oleh Peneliti UNDIP FISIP, Dr A Rina Herawati di dampingi dua akademisi lainnya Dr AP Tri Yuniningsih dan Drs Ari Subowo.
Kedatangan tiga akademisi senior UNDIP di lingkungan Prodi Administrasi Publik tersebut, disambut langsung oleh Sekretaris Disketapang Pekanbaru, Tengku Ahmed Reza Fahlevi di ruang rapat Disketapang Pekanbaru, Komplek Pemerintah Kota Pekanbaru Bandar Raya Tenayan.
Reza didampingi Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Ismail, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Ismul Denie Putra, Kepala Sub Bagian Program Fauzan Effendi, Kasubag Umum Dedek Sulaiman, dan seluruh Sub Koordinator di Lingkungan Ketapang Pekanbaru.
Akademisi UNDIP, Ari Wibowo, dalam sambutannya mengatakan, kunjungan pihaknya di Disketapang Kota Pekanbaru, dalam rangka suksesi kegiatan penelitian Cluster Joint Research yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP.
Adapun tema yang diangkat dalam judul penelitian tersebut adalah Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Penguatan Sistem Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Indonesia dan di Thailand.

"Tak bisa kita pungkiri, kesuksesan Kota Pekanbaru meraih ranking terbaik kedua Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Nasional, membuat kita peneliti dari UNDIP menjadikan Kota Pekanbaru sebagai salah satu Objek Daerah yang diteliti dalam penguatan ketahanan pangan berkelanjutan," ujar Ari.
Dia menjelaskan, penelitian ini, ingin menyelami kebijakan kebijakan strategis yang dilahirkan di Kota Pekanbaru dalam penguatan ketahanan pangan Berkelanjutan yang salah satunya dapat dinilai melalui Indeks Ketahanan Pangan (IKP).
“Kami memilih Pekanbaru sebagai salah satu objek penelitian karena kami dapat berita kalau Indeks Ketahanan Pangan kota Pekanbaru mendapatkan posisi dua teratas nasional untuk tingkat Kota Se-Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa problematika ketersediaan pangan seperti kelangkaan bahan pokok pangan menjadi persoalan yang sering diperbincangkan.

Hal tersebut berkaitan dengan problem atas isu ketahanan pangan di ranah nasional maupun global. Untuk menjawab permasalahan ketahanan pangan, penting untuk membahas sistem ketahanan pangan yang memadai dan berkelanjutan.
Usai mendengar penjelasan tersebut, Reza dalam paparannya menjelaskan bahwa Rencana Strategis Pembangunan Ketahanan Pangan kota Pekanbaru dipetakan dalam empat kerangka besar.
Pertama; Peningkatan Produkitivas dan Kesejahteraan Pelaku Usaha Pangan, kedua; Revitalisasi dan Penguatan Kelembagaan petani dan pelaku usaha pangan, ketiga; pengembangan usaha tani berbasis agroindustry yang eduitainment dan keempat; pengembangan teknologi informasi dan infrastruktur yang memadai dalam optimalisasi pembangunan ketahanan pangan.

"Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan senantiasa terus berkomitmen untuk memperkuat pembangunan ketahanan pangan dari berbagai lini," jelasnya.
Mantan Kabag Keuangan Setwan DPRD Pekanbaru ini juga menyebutkan bahwa salah satu bentuk keseriusan Pemko Pekanbaru kepada sektor ketahanan pangan yakni menjadikan IKP sebagai Indikator Kinerja Utama Pemko Pekanbaru yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022.
"Alhamdulillah, khusus untuk IKP, ini lompatan luar biasa bagi Kota Pekanbaru, Peringkat Indeks Ketahanan Pangan Pekanbaru melesat naik dari rangking 22 pada 2020 menjadi kota terbaik ke 2 se-Indonesia pada 2021," jelasnya.
Lebih lanjut Reza menjelaskan, dalam rangka mengetahui tingkat ketahanan pangan suatu wilayah beserta faktor-faktor pendukungnya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian telah mengembangkan suatu sistem penilaian dalam bentuk IKP yang mengacu pada definisi ketahanan pangan dan subsistem yang membentuk sistem ketahanan pangan.
"IKP yang disusun ini berdasarkan Buku IKP Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dari indeks yang telah ada berdasarkan ketersediaan data tingkat kabupaten/kota dan provinsi," terangnya.
Lebih dalam lagi, Reza menyampaikan bahwa IKP dalam Dokumen RPJMD Kota Pekanbaru pada tahun 2021 ditargetkan pada angka 82.80 dengan Raihan skor 90.56 pada tahun 2021.
"Dengan kondisi itu, berarti kinerjanya mencapai angka 109,37 persen sementara jika disandingkan dengan raihan IKP tahun 2020 yang bernilai 82.85 (posisi Pekanbaru saat itu pada rangking 22) maka raihan kinerja IKP Kota Pekanbaru tahun 2021 109,31 persen dan lebih tinggi," ungkapnya.
Dalam kunjungan itu, rmbongan akademisi UNDIP juga disuguhi informasi inovasi unggulan yang dikelola Disketapang Pekanbaru yakni Penerbitan Dokumen Grand Master Plan Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru.
Pendirian Outlet Pangan PUAN BERSERI (Pemasaran Usaha Bersama Secara Lestari), Pekan Pangan Madani (PPM), Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi Melek Teknologi (siCANTIG MeTaL), Aplikasi Digital FSVA (siDIVA)
Serta Sistem Manajemen Informasi Ketahanan Pangan (siTANGAN), Disketapang Berkabar dan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah.
Ditempat terpisah, Kepala Disketapang Pekanbaru, Alex Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Diponegoro yang telah memilih kota Pekanbaru sebagai daerah objek penelitiannya.
“Ini merupakan penghargaan bagi kota Pekanbaru khususnya bagi Dinas Ketahanan Pangan kota Pekanbaru," ucap Pria yang disapa Akur ini disela sela mendampingi Wawako dalam menyambut kunjungan Wamentan di Kota Pekanbaru.
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga membuka diri untuk para akademisi akademisi kampus lainnya untuk saling bersinergi dalam wujud nyata di Sistem Ketahanan Pangan yang berkelanjutan.
Sebab, penguatan kebijakan ketahanan pangan di Kota Pekanbaru, dapat diadopsi pemerintah Kabupaten/Kota lainnya dan dapat di studi tiru pada tingkat Nasional.
“Kami berharap Kota Pekanbaru dapat menjadi rujukan nasional, khususnya bagi Pemerintah di tingkat Kota dalam mencetuskan kebijakan kebijakan pro ketahanan pangan," pungkasnya. (*)

