Edi Palembang Tewas, Polisi buru adik kandungnya

Edi Palembang Tewas, Polisi buru adik kandungnya

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Kasus untuk tersangka almarhum Akrardinata alias Dina alias Edi Palembang sudah tutup buku setelah tewas saat penggerebekan. Namun, polisi belum berhenti mengendus jejak komplotannya. Target berikutnya adalah adiknya Edi Palembang bernama Adi, yang sekarang masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Informasi dikepolisian menyebutkan, Adi disebut-sebut turut terlibat sejumlah kasus kejahatan seperti kakaknya, yakni pencurian dengan kekerasan (curas). Meski namanya belum cukup dikenal dalam geng perampok, namun kelincahan Adi tak bisa diragukan.

Sebab menurut polisi, Adi memiliki andil besar terkait sepak terjang kakaknya, Edi Palembang. Bahkan, Adi juga bagian dari komplotan kakaknya.

"Adiknya ini juga diketahui berstatus DPO di sejumlah wilayah, seperti provinsi Jambi dan Sumatera Barat," ujar Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Riau, AKBP Hendri Posma Lubis, Rabu (3/12/14).

Hendri mengatakan, pihaknya tengah mencari keberadaan dan peran sang adik, begitu pula catatan kriminalnya. Namun yang jelas, Adi beraksi persis sama dengan abangnya, yakni kejahatan dengan menggunakan senjata api.

"Tunggu episode berikutnya, yang jelas dia (Adi) masuk target kita," pungkas Hendri.

Hal senada dikatakan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Hariwiyawan Harun. Menurutnya, Adi sempat terlacak bersama Edi Palembang saat masih hidup disejumlah provinsi. Bahkan kala digrebek di Sarolangun Jambi, Adi berada disana dan sama-sama berhasil meloloskan diri.

"Saat di Jambi (Sarolangun), dia ada disana, namun setelah berhasil meloloskan diri, mereka berpencar, dimana Edi Palembang ke Lampung bersama BS dan FW, sementara Adi menghilang," terang Hariwiawan.

Bahkan, Adi diduga terlibat sejumlah kasus perampokan di kampungnya sendiri, yakni di Sumatera Barat. Semuanya dilakukan Adi dengan bermodalkan senjata api. Meski tak segarang abangnya Edi Palembang, Adi masuk dalam daftar orang paling dicari oleh Kepolisian.

"Kasusnya sama dengan Edi, yakni Curas. Kita masih dalami dan mengumpulkan data, berapa jumlah laporan aksi kejahatan adiknya ini, itu masih didalami," tegas Hari.

Menurut Hariwiawan, Adi tak sendiri, ia juga memiliki komplotan penjahat jalanan sepesialis perampokan di sejumlah propinsi, khususnya wilayah pulau Sumatera.

"Adi ini bekerja tak sendiri, dimana ia kita ketahui juga memiliki anggota komplotan, nanti kita rincikan lagi," tandasnya. [Pan]

Tags :# hukum