Kabarnya, Edi "koboy" Palembang punya "mata-mata" di kepolisian

Kabarnya, Edi "koboy" Palembang punya "mata-mata" di kepolisian

Polda Riau Perlihatkan Foto-foto Tewasnya Perampok Sadis Edi Palembang | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Akradinata alias Dina alias Edi Palembang, bandit jalanan atau perampok, kerap lolos dari sergapan polisi. Dalam kelihaiannya bak "koboy" saat melarikan diri itu, ada indikasi Edi diduga mendapat informasi dari oknum polisi tentang pergerakan anggota Polda Riau dan Polresta Pekanbaru yang akan menangkapnya.

Polisi mengendus, kebocoran informasi itu didapatkan Edi Palembang dari seorang anggota Polisi di Jambi. Namun, informasi itu masih diselidiki. Bahkan, Edi Palembang tak pelit mendonaturkan uang hasil rampoknya kepada orang yang berjasa memberinya informasi.

Residivis beberapa kasus perampokan kelas kakap di Riau, Jambi dan Palembang itu, dikenal licin dan lihai dari pandangan mata polisi. Tak ayal, saat beberapa kali hendak ditangkap dan ditembak, Edi Palembang berhasil kabur.

"Kemarin saat akan ditangkap di Jambi, Edi Palembang lolos, namun petugas di lapangan menemukan tas miliknya yang tertinggal di sebuah rumah makan tempatnya disergap, berisikan senjata api, keris dan HP serta peralatan lainnya," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Arief Rahman Hakim, Senin (1/12/14).

Terkait informasi adanya kerjasama antara Edi Palembang dengan oknum anggota polisi Jambi, Arief mengaku juga mendapat informasi itu. Namun pihaknya tentu akan membuktikan hal itu.

"Ya, saya juga mendapat informasi itu, namun kita juga harus menyelidikinya terlebih dahulu. Yang jelas, segala hal yang berhubungan dengan Edi akan kita selidiki," kata Arief.

Selalu lepas dari penyergapan, membuat berbagai kalangan menilai kelihaian Edi Palembang yang merupakan warga asli Sumatera Barat itu, memiliki ilmu ghaib yang dapat mengelabui polisi. Ia bahkan, tak terkena peluru meski saat 3 kali akan ditangkap, Ia diberondong peluru.

"Kita kembangkan lebih lanjut, dengan berkoordinasi bersama Polda Jambi," jelas Arief.

Jika informasi itu benar adanya, maka akan ditindak sesuai kewenangan Satuan Kewilayahan, berdasar pada fakta hukum dilapangan.

"Terkait adanya bocoran informasi yang diketahui berasal dari anggota di Batang Hari Jambi, akan kita selidiki lebih mendalam. Sekarang belum bisa dipastikan," katanya.

Tak hanya sekedar mendapat informasi dari oknum polisi, Edi Palembang juga diduga mendapat pasokan peluru dari kawasan yang sama, yakni Jambi. "Tentang itu masih kita selidiki, belum bisa dirincikan sekarang, apakah ada keterlibatan anggota, maupun tentang peluru tersebut," pungkas Arif.

Sebelumnya diberitakan, usai melarikan diri dari buruan kepolisian di beberapa tempat penggrebekan, akhirnya Edi Palembang berhasil disergap pada Senin (1/12/14) sekitar pukul 04.00 WIB. Tapi, Edi tak mau ditangkap begitu saja. Perampok antar provinsi ini melakukan perlawanan dengan bermodalkan senjata api yang dimilikinya.

Tak ayal, kontak senjata antara petugas gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru dengan Edi pun terjadi. Penembak mati anggota Polresta Pekanbaru Bripka Hariyanto Bahari ini pun, tewas bersimbah darah tertembak di bagian badannya di Jakarta Barat. [Pan]

Tags :# hukum