Akibat Banjir, ratusan Hektar Padi di Rohul terendam Air

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Rohul - Akibat banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan dan desa di Rokan Hulu (Rohul) beberapa waktu lalu, sedikitnya 60 hektar (Ha) Sawah Padi dan 888 Ha Padi Gogo (ladang) terendam banjir. Anehnya, pemerintah sama sekali belum mengetahui hal itu.
Kepala Dinas Tanaman Pertanian dan Holtikultura (TPH) Rohul, Sri Hardono, Senin (01/12/14) mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait fuso (tanaman rusak penyebab gagal panen) sebab kondisi tanaman itu masih kecil.
Menurutnya, terjaadinya fuso atau gagal panen terhadap tanaman padi atau lainnya, tergantung pada usia dan lamanya tanaman pertanian direndam banjir. Ia pun membantah, jika kondisi itu disebut sebagai fuso atau gagal panen.
"Itu hanya sebatas terendam banjir dan belum dinyatakan fuso (gagal panen)," ucap Sri Hardono.
Selain dari padi sawah dan padi gogo, tanaman pertanian lainnya seperti jagung seluas 15 Ha dan jeruk manis seluas 22 Ha juga ikut direndam banjir. Hal itu juga belum menyebabkan gagal panen.
"Hingga kini, kita belum menyatakan terjadi fuso terhadap lahan pertanian di Rohul," jelasnya.
Sejauh ini, hingga 5 Desember mendatang, Dinas TPH masih menunggu laporan dari masyarakat terkait akibat banjir baik yang terendam maufun fuso sampai dengan kondisi banjir. Menurut Sri, kemungkinan tahun ini tetap akan panen.
"Tanaman padi masih muda sehingga tak mengakibatkan fuso. Namun, jika saat banjir padi sudah berisi, kemungkinan besar Rohul akan gagal panen," tegasnya. [cp]

