Polres Dumai Tangkap Empat Suruhan DPO Ilog

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira, SIKK MH saat mengintrogasi empat pelaku ilog

Beritariau.com, Pekanbaru -Empat orang supir pengangkut kayu Ilegal Logging (Ilog) tertangkap tangan Satreskrim Polri Dumai, sedang memuat hasil alam ke dalam mobil Senin (19/7/2021) dinihari.

Jumlahnya 5,5 ton diamankan dari tiga mobil bermerek Daihatsu Rocky dan para pelaku.

Tersangkanya SO (32), SS (38) dan MT (22) selaku Supir dan MR (19) selaku kernet yang mengangkut, menguasai atau memiliki kayu hasil hutan tanpa dilengkapi surat keterangan sahnya hasil hutan.

“Para tersangka kita amankan di Jalan Lintas Dumai - Rohil (Simpang PU/Kanal) RT. 004 Kelurahan Sungai Geniot Kecamatan Sungai Sembilan,” kata Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira, SIKK MH, Jumat (23/7/2021), didampingi Wakapolres Dumai Kompol Sanny Handityo, SH SIK dan Kasat Reskrim Polres Dumai AKP Fajri, SH SIK.

Empat pelaku lanjut mantan Kapolres Kampar ini, diringkus Satuan Reserse Kriminal Polres Dumai atas dugaan Tindak Pidana Illegal Logging yakni pelaku yang Mengangkut, Menguasai atau Memiliki Hasil Hutan Tanpa Dokumen Resmi.

Pengungkapan ilog ini kata Andri bermula saat Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Dumai bersama Tim Opsnal Polsek Sungai Sembilan mendapatkan informasi dari masyarakat, di Sungai Geniot Kecamatan Sungai Sembilan terdapat sejumlah mobil yang mengangkut kayu hasil hutan tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Tiba dilokasi tim gabungan menemukan 1 unit mobil Daihatsu Rocky BK 768 TG warna hitam sedang menarik gerobak bermuatan kayu sekitar lebih kurang 2 Ton yang dikemudikan SS (38).

Tim lain juga menemukan 1 unit Mobil Daihatsu Rocky tanpa nomor polisi warna hitam, sedang menarik gerobak bermuatan kayu sekitar lebih kurang 2 Ton yang dikemudikan SO (32).

Terakhir tim menemukan 1 unit Mobil Daihatsu Rocky BM 9748 RF warna hitam menggandeng gerobak bermuatan kayu sekitar lebih kurang 1,5 Ton yang diangkut para pelaku tidak dapat menunjukkan dokumen surat keterangan sahnya hasil hutan, dengan tersangka MT (22) selaku Supir dan MR (19) kernet.

“Empat pelaku ini suruhan pria inisial P (DPO) untuk membawa serta mengangkut kayu tersebut dari Kanal ke Gudang Kayu milik P (DPO) yang berada di Jalan Kaplingan RT 08 Kelurahan Basilam Baru, Kecamagan Sungai Sembilan,” jelas Kapolres.

Dari pengakuannya para pelaku mendapat upah sebesar Rp. 150.000,- perorang setiap sekali mengangkut.

Atas keterlibatannya, keempat pelaku dijerat Pasal 83 Ayat (1) Huruf (B) UU RI Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Atas Perubahan Atas Undang-Undang No. 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan HuHutan.

“Pasal 83 Ayat (1) Huruf (B) itu berbunyi (1) Orang Perseorangan Yang Dengan Sengaja (B) Mengangkut, Menguasai Atau Memiliki Hasil Hutan Yang Tidak Dilengkapi Secara Bersama-sama Surat Ketwrangan Sahnya Hasil Hutan Sebagaimana Dimaksud Dalam Pasal 12 Huruf (E) Dipidana Dengan Pidana Penjara Paling Singkat 1 Tahun Dan Paling Lama 5 Tahun,” tutup Kapolres.***

Terkait