Pencuri Kabel Terungkap Pernah Curanmor dan Curi Sepeda

Kapolsek Limapuluh AKP Stevie saat menggelar konferensi pers pengungkapan pencurian kabel, sepeda dan motor

Beritariau.com, Pekanbaru -Pelaku yang mencuri kabel di Xp Club Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Pekanbaru Kota, Sabtu (10/7/2021) kemarin diungkap Polsek Limapuluh.

Hal ini terungkap, saat Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya, melalui Kapolsek Limapuluh AKP Stevie Arnol, menggelar konferensi pers, Selasa (13/7/2021).

Tersangka yang dihadirkan inisial RS (22), turut diamankan barang bukti tembaga dari tangan pelaku.

Dari pendalaman, sebut AKP Stevie didampingi Kanit Reskrim, Iptu Lukman mengatakan, ternyata RS juga terlibat pencurian 5 unit sepeda. Kemudian satu unit sepeda motor.

Stevi menjelaskan, motif pelaku mencuri di Xp Club tersebut, dengan cara memanjat atap seng dan masuk kedalam kemudian memotong kabel listrik.

''Setelah memotong kabel, pelaku mengambil tembaganya," kata Stevie.

Penangkapan tersangka dilakukan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, kemudian didapat petunjuk yang mengarah ke RS.

Kemudian, setelah diamankan RS mengakui dia juga sebelumnya melakukan pencurian 5 unit sepeda dan satu unit sepeda motor.

Dari pengakuan RS, aksi pencurian kabel ini tidak dilakukannya seorang diri dan turut dua temannya yang saat ini dilakukan pengembangan.

''Pengakuannya ada dua temannya ikut terlibat,'' jelas Stevie.

Pengakuan lainnya, total harga sepeda yang dicuri pelaku senilai Rp40 juta.

Sedangkan saat beraksi mencuri kabel tersebut, RS mengatakan, beraksi saat arus listrik sudah mati.

"Kondisi listriknya udah mati duluan. Kemudian saya potong dan ambil tembaganya. Saya melakukannya dibantu 2 orang,'' kata RS.

Setelah berhasil, kabel tembaga tersebut kemudian dijual pelaku kepada penampung di Kabupaten Kampar.

''Dijual ke Kampar bang. Rata-rata harga perkilonya Rp110 ribu. Untuk sepeda di Jalan Jendral, Jalan Juanda dan sepeda motor saya ambil di Panam, Kecamatan Tampan,'' sebut RS.

Atas perbuatannya, tersangka RS dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.***

Terkait