Bekerja Siang Malam dan Kondisi Hujan

Insentif Lima Penggali Makam Belum Dilunasi Pemko

Zain petugas penggali makam Tengku Mahmud saat menggali kubur pasien Covid-19

 

Beritariau.com, Pekanbaru -Subhanan Zein pria yang berprofesi sebagai penggali dan mengubur pasien Covid-19, yang meninggal dunia di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tengku Mahmud, Rumbai. Hampir empat bulan ini belum menerima insentif, dari Pemerintah Kota Pekanbaru.

Pengalaman yang sama, juga dirasakan empat rekannya yang berprofesi. Dimana, insentif perhari yang seharusnya diterima mereka senilai Rp200 ribu.

''Kami ada lima orang penggali dan mengubur pasien Covid-19, sudah masuk empat bulan belum mendapatkan insentif,'' kata Subhan.

Subhan yang berstatus sebagai koordinator disana mengatakan, akibat keterlambatan ia dan rekannya kesulitan untuk mencukupi biaya hidup dan juga mencukupi kebutuhan vitamin.

Mewakili teman-teman se-profesinya, Subhan berharap Pemko dapat segera membayarkan upahnya. Karena, belakangan mereka sering bekerja hingga larut malam menguburkan pasien Covid-19.

''Insentif itu tentunya memompa semangat kawan-kawan, agar terus semangat bekerja,'' kata Zain.

Dikatakan masuk empat bulan, Zain mengatakan, hak mereka itu belum cair sejak April 2021 hingga. Sebelumnya, hal serupa juga pernah terjadi pada Oktober 2020 sampai Maret.

''Alhamdulillah untuk 15 juta yang nunggak sebelumnya sudah dibayarkan,'' ungkap Zain.

Selama Pandemi ini, ia dan teman-temannya sering bekerja dengan kondisi hari sudah malam. Bahkan, terkadang juga dalam kondisi hujan.

Paling banyak sebut Zain, pernah satu waktu ia dan teman-temannya harus menggali tujuh lubang kubur.

''Rata-rata pasien yang harus dikuburkan setiap hari ada empat jenazah yang dimakamkan. Ahad semalam kami menggali enam lubang makam,'' kata Zain mengakhiri keterangannya.***

Terkait