Eksekusi PSJ Batal dilakukan

Kapolres Pelalawan Tegaskan Tidak Mediasi

Penulis : user | Jumat, 17 Januari 2020 - 11:13 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Eksekusi lahan seluas 3.323 Hektare (Ha) di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau oleh tim gabungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan yang dikawal oleh Kepolisian Resort Pelalawan, Senin (13/1), batal dilaksanakan.

Padahal eksekusi yang akan dilakukan berdasarkan Keputusan Mahkamah Agung (MA) nomor 1087/Pid.Sus.LH/2018, tanggal 17 Desember 2018 yang mana Direktori Putusan MA menyebutkan barang bukti nomor 315 selengkapnya (lahan seluas 3323 Ha) sebagaimana tersebut dalam Tuntutan Pidana Penuntut Umum tanggal 11 Desember 2017, dirampas untuk dikembalikan kepada Negara melalui Dinas Kehutanan Provinsi Riau Cq PT Nusa Wana Raya (NWR)

Batalnya eksekusi karena pihak keamanan melihat kondisi dilahan yang menjadi sengketa antara Koperasi Gondai Bersatu dan Srigumala sakti serta PT Peputra Supra Jaya (PSJ) melawan PT Nusa Wana Raya (NWR) telah dipenuhi warga masyarakat yang yang rata-rata menolak eksekusi. 

Menyikapi hal tersebut, Kapolres Pelalawan, AKBP M Hasyim Risahondua memutuskan untuk menunda proses eksekusi dengan mengambil langkah persuasif dengan cara melakukan mediasi.

"Kita akan melakukan mediasi antara warga masyarakat dengan pihak DLHK dan Kejari Pelalawan di Mapolres Jumat besok," ujarnya pada media melalui sambungan seluler di Pangkalan Kerinci, jumat (17/1).

Namun pihak Polres Pelalawan menarik kembali keinginan untuk dilakukannnya mediasi lanjutan seperti kesepakatan awal.

"Tidak akan ada lagi mediasi karena keputusan MA tersebut sudah final dan harus dilaksanakan," jelas Mantan Kapolres Rohul ini.

Saat ditanya kapan akan dilaksanakannya eksekusi lanjutan dan berapa personil kekuatan polres dalam mengantisipasi hadangan warga, Kapolres yang baru beberapa bulan menjabat di Kabupaten Pelalawan ini, belum bisa memberikan pernyataan.

"Belum tahu kapan waktunya dan berapa kekuatan yang akan diturunkan dalam mengawal proses eksekusi tersebut dan kita cuma membantu dari segi penggaman saja jadi tidak ada mediasi ," katanya mengakhiri.

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :