Mendadak Dibatalkan Sumpah Pemuda
Beugh ! Bupati Termuda di Riau Larang KNPI Ikut Upacara Sumpah Pemuda

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Rengat - Supri Andayano alias Ando, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Indragiri Hulu (Inhu), sudah tak sabar dan telah mempersiapkan segala sesuatunya agar peringatan hari kebesaran Pemuda Indonesia yaitu Sumpah Pemuda, bisa berjalan dengan hikmad sesuai amanat Negara.
Berdasarkan undangan secara resmi dari penyelenggara peringatan Sumpah Pemuda, yaitu Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudsata) Inhu, yakni pertama, surat dengan nomor 88/Pemuda/X/2014/427 perihal Permintaan Petugas Upacara dan surat ke dua nomor 90/Pemuda/X/2014/427 perihal Permintaan Peserta Upacara, Ando pun dengan sigap mempersiapkan.
"Baik dalam rapat hingga gladi bersih yang dilaksanakan pada Senin (27/10/14) kemarin, mereka meminta KNPI untuk mengirimkan petugas dan peserta upacara melalui surat resmi yang diteken langsung oleh Kadisporabudsata Inhu, Drs Armansyah," ujar Ando, Rabu (29/10/14).
Tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, Bupati Inhu Yopi Arianto melalui Disporabudsata melarang mereka hadir dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Inhu.
"Kami (KNPI Inhu) dilarang untuk hadir dalam acara peringatan Sumpah Pemuda kemarin," kata Ando.
Padahal, pada Selasa (28/10/14) KNPI Inhu sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk hadir dalam upacara yang diadakan setahun sekali itu, sesuai undangan yang diterimanya.
"Tiba-tiba langsung ada pembatalan, itupun hanya via telepon melalui anggota kita. Ada apa ini, apakah surat resmi pemerintah bisa dibatalkan begitu saja tanpa berfikir yang rasional," ketus Ando.
Setelah diberitahu anggotanya, Ando pun menanyakan hal itu pada Drs Armansyah dan memang dibatalkan. Armansyah mengaku tak berdaya dan hanya menjalankan perintah dari atasannya, yakni Bupati Inhu, Yopi Arianto putra dari mantan ketua DPRD Inhu, Almarhum Sugianto.
Larangan itu antara lain, Ketua KNPI Inhu dilarang untuk hadir, pihak KNPI tak dibenarkan andil dalam upacara dan saat upacara, KNPI dilarang menggunakan atribut. Padahal sebelumnya, larangan ini, justru diminta Disporabudsata untuk dilakukan KNPI.
"Padahal, kita sudah siapkan segala keperluan untuk upacara Sumpah Pemuda sesuai surat undangan Diporabudsta Inhu yang pertama," kata Ando.
Tapi, seolah direncanakan, Bupati Inhu melarang KNPI mengikuti upacara itu. Bahkan, seragam baru yang telah dibuat untuk dipakai saat upacara itu gagal digunakan.
"Kita sangat kecewa atas sikap Pemkab Inhu terkait hal ini. Ini adalah harinya pemuda dan KNPI adalah organisasi pemuda yang diakui oleh negara," keluh Ando.
Meski begitu, sebagai pemuda yang bermartabat, kata Ando, KNPI Inhu tak akan mempermasalahkan hal itu. Yang terpenting, menurutnya, bagaimana daerah ini dan pemudanya bisa bangkit sebagai generasi penerus bangsa.
"Apalah arti sebuah kehadiran di upacara, jika pemuda tak bisa berbuat untuk daerah dan bangsa ini. Sebagai organisasi pemuda, KNPI Inhu siap mengawal pembangunan yang dilakukan pemerintah demi memajukan daerah ini," pungkasnya. [red]

