Berawal dari Minta Proyek
Didemo Wartawan, Sekretaris Disdik Pekanbaru: Dia Minta Bantu Biaya Nikah

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal membantah semua tuduhan Gerakan Wartawan Riau Independen (GWRI) yang disampaikan saat unjukrasa di kantor Walikota Pekanbaru, Senin (27/10/14). [Baca : Gerah Disebut Terima Amplop, Wartawan Datangi Kantor Walikota Pekanbaru]
"Tidak ada dia konfirmasi berita. Dia (Ismail, red) masuk nyelonong saja ke ruangan saya. Tak beretika itu. Saya berdiskusi dengan dia," kata Jamal kepada wartawan melalui sambungan seluler, Senin (27/10/14).
Sebelumnya, GWRI dalam unjuk rasa menyebutkan bahwa Ismail sedang melakukan konfirmasi berita. Selain itu, Jamal juga membantah bahwa dirinya melakukan fitnah suap kepada oknum wartawan itu.
"Bagaimana kalau awak tu saya duga? Bagaimana kalau kalian diduga menerima pemberian dari Kadisdik?," katanya lagi.
Diskusi itu terjadi, menurut Jamal, akibat pemberitaan disebuah media bahwa Disdik Pekanbaru diduga melakukan korupsi berjamaah. Namun, kata Jamal pemberitaan itu terbit tanpa melakukan konfirmasi terhadap dirinya.
Padahal, katanya, Ismail sangat sering "diperhatikan" olehnya. Jamal pun menceritakan Ihwal perdebatan diskusi yang terjadi diruangannya itu.
"Sore itu, dia datang. Dia bercerita mau nikah. Jadi dia minta bantu-bantu biaya nikah melalui proyek PL (Penunjukan Langsung, red) yang ada di lingkungan Disdik. Bagaimana kau mau dapat kerja, semua kabid-kabid ini kau bilang korupsi tanpa konfirmasi terlebih dahulu," cerita Jamal.
Terkait pengusiran yang dituduhkan kepadanya, Jamal juga membantah telah mengusir. Menurutnya, saat itu, waktu sudah menunjukkan menjelang pukul 17.00 WIB dan dia hendak pulang karena merasa jam kerja sudah selesai.
"Udahlah ! Keluarlah, udah mau jam 5 saya udah mau pulang," ceritanya menirukan kejadian tersebut.
Jamal mengaku tak tahu nama-nama wartawan dan dari media mana saja, "Saya tak tau wartawan dari mana saja. Namun, mereka sering datang kesini ya kita terima". [mar]

