Hemat Waktu Menyerang Musuh
Wah ! Pesawat Tempur TNI AU Pekanbaru Isi Bahan Bakar di Udara
Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Penerbang pesawat tempur jenis Hawk 100/200 Sukadron Udara 12 dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru melakukan latihan pengisian bahan bakar di udara atau Air to Air Refueling (AAR) yang menggunakan pesawat Tanker Hercules C-130 A-1309 dari Skuadron Udara 32, Lanud Abd Saleh Malang.
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb M Khairil Lubis yang dihubungi melalui Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Mayor Sus Fil Padri yang dihubungi Beritariau.com, Selasa (21/10/14) mengatakan, pengisian bahan bakar di udara dilakukan di ketinggian 10.000 kaki (feet), secara bergantian satu per satu oleh para penerbang "Black Panther" menggelar AAR di wilayah Training Area Rama Kiri Provinsi Riau.
Dikatakan Fil Padri, Komandan Lanud M Khairil Lubis juga turut mengawasi pelaksanaan latihan itu. Diungkapkannya, pelaksanaan AAR ini bertujuan meningkatkan kemampuan para penerbang dalam melaksanakan pengisian bahan bakar di udara.
"Latihan ini mutlak harus dikuasai oleh seluruh penerbang tempur, mengingat AAR diperlukan untuk meningkatkan daya jelajah pesawat tempur tanpa harus mendaratkan pesawat di pangkalan atau home base. Kemampuan pelaksanaan AAR ini sangat dibutuhkan pada saat mengemban misi operasi udara dengan radius lebih jauh," ujar Fil Padri.
Diterangkannya, pesawat Hawk 100/200 merupakan jet tempur buatan British Aerospace yang mampu mengemban misi Air Superiority dan Ground Attack sekaligus merupakan varian Hawk pertama yang bisa melakukan in-flight refuelling.
"Inflight-refueling probe merupakan perangkat pengisian bahan bakar di udara yang meningkatkan radius tempur pesawat menjadi lebih jauh tanpa harus Landing di pangkalan," terang Kapentak.
Bila diasumsikan, lanjut Fil Padri, kemampuan pesawat Hawk dengan kapasitas Fuel sebanyak 2.800 Pon mampu menjangkau hingga radius 250 NM (Newton Meter). Dengan AAR ini, kemampuan tempur pesawat Hawk 100/200 bisa menjadi dua kali lipatnya menjadi 500 NM.
Ibarat dalam suasana perang, Fil Padri, menerangkan, apabila seorang penerbang diperintah sedang melaksanakan pertempuran di udara atau akan menyerang ke sasaran musuh yang letaknya cukup jauh dari home base.
Dan, apabila pesawat tempur itu memerlukan pengisian fuel (bahan bakar), maka, tak perlu pulang ke home basenya namun dapat mengisi bahan bakar di udara (air refueling).
Disisi lain, lanjutnya, dengan adanya pengisian bahan bakar di udara juga dapat menghemat waktu sehingga penyerangan ke daerah musuh dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Namun demikian untuk melaksanakan latihan air refueling ini tidaklah mudah karena dibutuhkan ketepatan, ketelitian, kecakapan seorang penerbang dan tentunya mempunyai jam terbang yang memadai.
Latihan AAR yang dipimpin langsung oleh Danskadron Udara 12, Letkol Pnb Jajang Setiawan ini akan berlangsung selama tiga hari. Sedangkan untuk pesawat tankernya diterbangkan oleh pilot Mayor Pnb Subhan dengan 17 Crewnya.
Pada pelaksanaan latihan ini, para penerbang Hawk 100/200 melaksanakan secara "dry" memasukkan AAR Probe ke Hose pesawat tanker tanpa mengalirkan fuel dan secara "wet" atau langsung mengalirkan fuel dari tanker ke pesawat tempur Hawk.
"Penguasaan teknik AAR mutlak harus dikuasai oleh penerbang, baik penerbang Skuadron Udara 12 maupun penerbang Skuadron Udara 32, selain itu ketelitian, kecermatan dan kehati-hatian seluruh Air Crew sangat dibutuhkan selama pelaksanaan latihan berlangsung," pungkasnya. [Pan]

