Total Empat Mayat Ditemukan Terapung di Selat Malaka
Mayat Terapung Misterius Di Selat Malaka Bertambah

Kondisi mayat misterius di selat Malaka
Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Resort Bengkalis menyatakan keberadaan mayat yang ditemukan terapung bertambah menjadi empat jasad, dari sebelumnya ditemukan tiga jasad.
Jasad terakhir bahkan ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Jasad yang ditemukan seorang nelayan di perairan selat Malaka tepatnya di pesisir Kecamatan Bantan, Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau itu tanpa kepala.
Mayat itu ditemukan Jumat (30/11) sekitar pukul 11.00 WIB siang tadi.
Paur Humas Polres Bengkalis Ipda Kasmandar Subekti mengatakan, jasad pria tersebut ditemukan oleh nelayan bernama Yanto dan Along yang sedang menjaring ikan di perairan tersebut.
"Saksi melihat sesuatu mengapung. Kemudian saksi mendekati benda yang mengapung tersebut, setelah didekati saksi baru mengetahui kalau benda mengapung tersebut adalah mayat," kata Subekti.
Kedua nelayan itupun langsung menepikan sampannya ke bibir pantai. Mereka menghubungi pihak kepolisian terdekat. Selanjutnya, Briptu Hairunas yang selaku Kapos Desa Kembung, Kecamatan Bantan, berkoordinasi dengan BPBD Bengkalis.
"Sekitar 30 menit kemudian, anggota dan BPBD berangkat bersama. Setibanya di lokasi menggunakan speed boat polair Polres Bengkalis, petugas mengambil jenazah yang mengapung di laut," sebutnya.
Berbeda dengan tiga jasad yang ditemukan sebelumnya, kali ini jasad pria yang ditemukan dalam kondisi miris. Sebab, kondisi mayat dalam keadaan telungkup dengan kepala putus. Jenazah mengenakan baju warna merah dan celana hitam.
"Jasad dibawa ke pinggir pantai. Kemudian menggunakan mobil BPBD membawa jenazah ke RSUD Bengkalis guna dilakukan visum et repertum," pungkasnya.
Sebelumnya, tiga mayat juga ditemukan oleh nelayan bernama Emi, Kamis (29/11) sekitar pukul 08.30 WIB di Perairan Banten, Kabupaten Bengkalis. Ketiganya terlihat mengapung di 1 mil dari pinggir pantai, atau sekitar 1,3 kilometer dari pantai yang mengarah ke Selat Malaka.
Satu mayat sudah teridentifikasi identitasnya. Namanya adalah Ujang Chaniago berusia 48 tahun yang berasal dari warga Lubuk Nyiur Dusun V Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Sedangkan dua lainnya yaitu seorang perempuan dan pria hingga saat ini belum diketahui identitasnya. Polisi masih menyelidiki penyebab kejadian ini. [ard]

