Penolakan Deklarasi 2019 Ganti Presiden Pekanbaru
Neno Datang, Neno Dihadang
Beritariau.com, Pekanbaru - Rencana deklrasai 2019 ganti presiden di Pekanbaru menjadi topik diskusi hangat di ibu kota Provinsi Riau tersebut dalam sepekan terakhir.
Berbagai penolakan terjadi, namun tak sedikit dukungan mengalir terkait rencana tersebut. Pihak yang menolak mengklaim rencana itu bakal berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat Bumi Lancang Kuning.
Sementara pihak yang mendukung menyatakan kegiatan itu tak ada bedanya dengan jargon dia sibuk kerja atau tagline dua periode bagi sang jagoan.
Namun, dari sedemikian banyak dukungan, justru penolakan yang santer tedengar. Uniknya, penolakan turut dilakukan oleh sejumlah pihak yang mengatasnamakan Ormas Pemuda Pancasila Wilayah Riau dan mahasiswa.

Tengah pekan ini, PP Riau bahkan sempat mengancam akan memblokir Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru jika rencana itu dilakukan.

Brigjen Eko Widodo Prihastopo, Kapolda Riau yang baru sehari dilantik juga tak kalah bereaksi. Dia memberikan komentar mengejutkan. Meski baru saja menginjakkan kaki di Pekanbaru dalam hitungan jam, dia seolah sudah tahu bahwa rencana aksi itu bakal berdampak negatif. Tanpa sela tanpa jeda, atau sekedar meminta masukan, dia tegaskan meminta acara itu dibatalkan.

"Deklarasi ganti presiden, saya tegaskan batalkan itu," kata Eko di Mako Brimob Polda Riau, Kota Pekanbaru, Jumat pagi kemarin.

Sementara, panitia presidium deklarasi ganti presiden pada sore harinya langsung menyatakan kegiatan itu bakal diundur, hingga 2 September 2018. Tidak diberikannya izin dari Polisi menjadi alasan terbesar pengunduran jadwal kegiatan itu, yang semua dijadwalkan dilakukan besok 26 Agustus 2018.

Sementara pada Sabtu siang tadi (25/8/2018), Bandara SSK II Pekanbaru mendadak ramai. Sejumlah warga mengatasnamakan Warga Kota Pekanbaru menutupi pintu masuk objek vital itu. Berbekal sejumlah spanduk, mereka memblokir akses masuk Bandara di Jalan Jenderal Sudirman.

Informasi yang beredar, salah satu tokoh deklarasi 2019 ganti presiden, Neno Warisman datang ke Pekanbaru. Massa yang menolak kegiatan itu kemudian "menyandera" Neno yang mengendarai mobil sedan BMW putih.
Bandara Pekanbaru yang merupakan wilayah TNI AU langsung disterilkan militer dari keberadaan pendemo. Menjelang sore, suasana sempat kondusif setelah TNI AU meminta massa penolak deklarasi itu bubar.
Namun, menjelang Maghrib massa tandingan yang dari kubu pro ganti deklarasi justru berdatangan. Massa itu terdiri dari Hipmi dan FPI serta barisan emak-emak.
Akibatnya, bentrokan tak dapat dihindarkan. Massa pro dan kontra terlibat adu fisik dan kejar-kejaran di pintu masuk bandara. Aparat TNI kembali harus bersikap tegas dengan memaksa massa keluar dari pintu masuk bandara mengarah Jalan Jenderal Sudirman.
Meski suasana sempat mereda, namun Neno Warisman hingga kini masih berada di dalam Bandara. Dia masih tertahan dan belum dapat keluar sejak siang tadi.
Sumber Beritariau.com menyebutkan saat ini suasan di dalam Bandara berangsur kondusif. Satu pleton aparat TNI dikerahkan untuk pengamanan di dalam Bandara. Aparat dibantu kepolisian dalam melakukan pengamanan itu. [don]

